Duduk Perkara Anggota DPRD Laporkan Anak Gadisnya ke Polisi, gara-gara Bisnis Keluarga dan "Orang Ketiga"

Kompas.com - 14/08/2020, 16:30 WIB
GM dan ibunya menunjukkan surat pemanggilan dari penyidik Polda Jawa Barat, di Ciamis, Selasa (11/8/2020). KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHAGM dan ibunya menunjukkan surat pemanggilan dari penyidik Polda Jawa Barat, di Ciamis, Selasa (11/8/2020).

CIAMIS, KOMPAS.com - Su, anggota DPRD Ciamis, melaporkan anak gadisnya, GM, ke Polda Jabar karena merasa dihina di medsos. Laporan itu merupakan buntut perselisihan antara Su dan mantan istrinya Se, yang juga orangtua GM.

Se dan Su sendiri terlibat saling lapor ke Polres Ciamis atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada Desember 2019.

 

"Kasus KDRT saya, pemicunya masalah bisnis keluarga, cuma ada pihak ketiga (di rumah tangga Su dan Se). Saya sudah gugat (cerai) saat itu, namun belum ada putusan cerai," kata Se, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Se dan Su memiliki usaha keluarga di bidang pengadaan gula. Sebelum kejadian KDRT, Se mengorder gula namun dilarang sama Su.

"Karena sudah gugat (cerai)," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, kata Se, mantan suaminya melarang ia ikut campur dalam urusan bisnis itu.

Padahal, kata dia, usaha itu dirintis dari nol bersama-sama.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Anggota DPRD Laporkan Anak Gadis ke Polisi | Bupati Agam hingga Jerinx Jadi Tersangka

Perang mulut dan KDRT akibat bisnis keluarga

"Saya beralasan belum cerai, jadi masih berhak (terlibat dalam usaha keluarga itu). Lalu perang mulut, saya dipukul di kamar tidur, dan dikata-katai kasar," kata Se.

Merasa tak terima atas hinaan fisik dan psikis itu, Se mengejar Su hingga keluar kamar. Pertengkaran kemudian terjadi di ruang tengah dan dapur.

"Saya dipukul keras di dapur. Saya melawan untuk membela diri," jelas Se.

Saat itu, Se meminta Su agar minta maaf kepadanya. Dia mengancam akan melaporkan kejadian ini jika tak ada permintaan maaf dari Su.

"Saya bilang akan lapor ke polisi, namun dia (Su) bilang tidak takut. Saya lalu ke Polsek Lakbok," kata Se.

Baca juga: Anggota DPRD Bawa Seng dan Paku, Perbaiki Rumah Nyaris Ambruk eks TKI Malaysia di Nunukan

 

Saling lapor, Su dan Se sama-sama tersangka

Oleh petugas Polsek, Se disarankan visum ke puskesmas. Oleh petugas puskesmas, Se diarahkan visum di RSUD Ciamis.

"KDRT itu terjadi 13 Desember 2020. Setah dari RSUD, saya melapor ke Polres," kata Se.

Setelah beberapa hari dilaporkan oleh Se ke Polres Ciamis. Giliran Su yang melaporkan Se ke Polres Ciamis. Su merasa menjadi korban KDRT Se.

"Saya dilaporkan balik oleh bapak (Su), kasus KDRT. Saat itu, bapak dan saya statusnya tersangka. Namun belum ada yang ditahan," kata Se.

Baca juga: Video Viral PKL Menangis Mengaku Diancam Istri Wakapolda Sumsel, Ini Duduk Perkaranya

Su minta perlindungan Polda Jabar, kasus KDRT tak ada kejelasan

Dia melanjutkan, Su rupanya tak menerima penyidikan kasus di polres dan minta perlindungan ke Polda Jawa Barat. Kasus ini kemudian diambil alih oleh Polda.

"Diadakan gelar perkara lagi, namun sampai sekarang belum ada kejelasan (kasus ini)," jelas Se.

Selang beberapa bulan setelah laporan KDRT, Se kembali dilaporkan Su ke polisi atas dugaan upaya pembunuhan. Kasus ini ditangani Polda Jawa Barat.

Se mengatakan, pihaknya sempat menempuh mediasi dan berharap kasus ini selesai secara kekeluargaan. Namun upaya beberapa kali mediasi itu selalu mentok.

"Saya minta bapak (Su) minta maaf ke anak dan keluarga besar saya," kata Se.

Merasa dihina di medsos

Sebelumnya diberitakan, Su melaporkan anak gadisnya, GM, ke Polda Jabar atas dugaan penghinaan di media sosial.

Kasus ini merupakan buntut saling lapor antara Su dan Se, yang merupakan orangtua GM.

Sementara itu, Su belum bersedia dikonfirmasi atas kasus yang melibatkan mantan istri dan anaknya ini. 

Kompas.com mencoba menghubungi Su melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.