Akun Facebook Bupati Majalengka Dibajak untuk Minta Sumbangan Covid-19

Kompas.com - 14/08/2020, 16:25 WIB
Peretes melalui akun Facebook Bupati Majalengka mengirim pesan untuk meminta uang sumbangan Covid-19. tangkap layar Facebook Messenger Bupati MajalengkaPeretes melalui akun Facebook Bupati Majalengka mengirim pesan untuk meminta uang sumbangan Covid-19.

MAJALENGKA, KOMPAS.com - Akun Facebook milik Bupati Majalengka Karna Sobahi dibajak orang tidak kenal untuk meminta sumbangan dana Covid-19.

Akun Bupati Majalengka bernama Karna Sobahi tersebut oleh peretas dipakai untuk meminta sejumlah uang melalui pesan pribadi atau Facebook Messenger.

Dalam pantauan Kompas.com, peretas mengirim pesan via Facebook Messenger bahwa Bupati Majalengka sedang membutuhkan dana Covid-19 untuk bakti sosial (baksos) dan sekarang sedang menggalang dana.

Baca juga: WhatsApp Kasat Reskrim Dibajak, Pelaku Minta Uang kepada Sejumlah Kepala Dinas

 

Galang dana tersebut dikirim melalui rekening 044601021031509 Bank BRI atas nama Sulassanah Minah.

"Assalamu'alaikum apa kabar. Saya (Bupati Majalengka) sedang acara Baksos penggalangan dana buat bantu masalah Covid. Mohon partisipasinya. Berikanlah bantuan dana semampunya saja," demikain isi pesan pribadi tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengimbau masyarakat agar berhati-hati.

Orang nomor satu di Majalengka itu meminta semua pihak untuk tidak mempercayai permintaan dari akun tersebut.

Sebab, menurut Karna, akun Facebook miliknya telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak menanggapi semua permintaan tersebut karena itu bentuk penipuan," kata Karna, Jumat (14/8/2020).

Namun demikian, Karna mengatakan, pihaknya belum melaporkan kasus kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Tampilkan Video Porno, PNS Pemilik Akun Facebook Berita Magetan Mengaku Dibajak

 

Namun, menurutnya, ia sudah berkoordinasi dengan kepolisian bahwa akun Facebook miliknya diretas orang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

"Akun tersebut milik saya dan sudah sejak lama tidak saya pergunakan lagi. Dan, saya baru tahu malam tadi, Facebook saya dibajak orang tak dikenal. Saat ini belum lapor dan hanya sebatas lisan saja," tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X