Cuma karena Uang Rp 100.000, Sekelompok Pemuda Keroyok Temannya hingga Tewas

Kompas.com - 14/08/2020, 16:02 WIB
Kapolres Bantul (depan) saat rilis kasus penganiayaan, belakang para tersangka, Jumat (14/8/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoKapolres Bantul (depan) saat rilis kasus penganiayaan, belakang para tersangka, Jumat (14/8/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap 13 pemuda di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena mengeroyok seorang remaja bernama Luqman Rahma Wijaya hingga tewas.

Penganiayaan terjadi setelah satu dari 13 pemuda yang ditangkap kehilangan uang sebesar Rp 100.000.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi mengatakan, penganiayaan ini berawal dari Luqman yang berkunjung ke rumah salah satu pelaku.

Baca juga: Mahasiswi S2 yang Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Pacar, Pelaku Kesal Tak Diizinkan ke Bali

Sehari setelah Luqman berkunjung, si tuan rumah merasa kehilangan uang sebesar Rp 100.000.

Pada Sabtu (8/8/2020), Luqman kembali datang ke rumah temannya dengan membawa makanan dan minuman.

“Saat ke sana, justru malah diinterogasi oleh tersangka yaitu PES, PEA, dan MREP. kemudian korban mengaku yang bersangkutan betul mencuri Rp 50.000, bukannya Rp 100.000, ini menurut tersangka,” kata Wachyu di Mapolres Bantul, Jumat (14/8/2020).

Setelah korban mengaku, kedua tersangka, yaitu PES dan PEA, menganiaya Luqman. Keduanya kemudian memanggil 11 orang lainnya untuk ikut memukuli remaja tersebut.

“Karena terjadi keributan di rumah, orangtua PES dan PEA yaitu ibu Erna, terbangun lalu menelepon kakek korban atas nama Agus Maryanto. Kemudian, Agus datang dengan membawa motor dan tidak bisa membawa korban, lalu menelepon ambulans Rumah Sakit Nur Hidayah Jetis, lalu sesampainya di RS korban dinyatakan meninggal,” ujarnya.

Baca juga: Tanyakan Penggunaan Dana Desa, Warga Purworejo Jadi Korban Penganiayaan

Setelah dinyatakan tewas, korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. 

Polisi kemudian memeriksa PEA dan PES. Tersangka dalam kasus ini pun berkembang menjadi 13 orang.

Wachyu mengatakan, sembilan tersangka masih berusia anak-anak.

"Kita kenakan Pasal 170 KUHP dengan ancamannya 12 tahun penjara,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] 'Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah' | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

[POPULER NUSANTARA] "Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah" | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Regional
Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

Regional
Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Regional
Tak Ingin Mengemis, Pria Tanpa 2 Kaki Ini Berjualan Keripik dengan Merangkak

Tak Ingin Mengemis, Pria Tanpa 2 Kaki Ini Berjualan Keripik dengan Merangkak

Regional
Fokus Atasi Banjir, Pemkot Banjarmasin Belum Putuskan soal Perpanjangan PPKM

Fokus Atasi Banjir, Pemkot Banjarmasin Belum Putuskan soal Perpanjangan PPKM

Regional
Fakta Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Dilakukan 2 Kali, Alasannya Takut Diceraikan

Fakta Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Dilakukan 2 Kali, Alasannya Takut Diceraikan

Regional
Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X