Ridwan Kamil Ingatkan Depok soal Disiplin Warga, Khawatir Ada Gelombang Kedua

Kompas.com - 14/08/2020, 13:36 WIB
Ridwan Kamil menerangkan tentang persiapan dirinya mengikuti uji klinis vaksin Covid-19, Sinovac asal China, kepada Kompas.com Rabu (5/8/2020). KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHONRidwan Kamil menerangkan tentang persiapan dirinya mengikuti uji klinis vaksin Covid-19, Sinovac asal China, kepada Kompas.com Rabu (5/8/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah Kota Depok untuk memperkuat disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Hal itu ia katakan menyikapi situasi penanganan Covid-19 di Depok yang masih belum ideal.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku sudah sering mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar protokol kesehatan diterapkan di semua lini dalam upaya menekan potensi penularan.

"Dalam koordinasi rutin sudah kita sampaikan bahwa PSBB dan memakai masker sama-sama menurunkan tingkat penularan. Tapi bila harus lockdown itu menyebabkan ada korban ekonomi sosial, tapi kalau hanya pakai masker tidak ada korban ekonomi sosial," ungkap Emil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (14/8/2020).

"Jadi artinya pemda di manapun termasuk Depok harus memperkuat lagi tekanan mendisiplinkan itu. Hanya itu yang bisa lakukan sambil menunggu vaksin dari Bandung di awal tahun bisa kita bagikan," tuturnya.

Baca juga: Kata Ridwan Kamil ke Jokowi: Tidak Ada Zona Merah di Jabar Minggu Ini, Termasuk Depok

Jika masyarakat abai ditambah pemerintah yang tak maksimal dalam penangnanan, kata dia, maka potensi gelombang kedua bisa saja terjadi.

"Jika masyarakat yang abai pemerintahnya juga kurang maksimal tentu istilah tadi akan hadir gelombang kedua, gelombang ketiga. Sekarang sudah ada Inpres, sudah ada Pergub itu saja lakukan, insya Allah bisa mengurangi penyebaran virus di seluruh Indonesia," jelasnya.

Seperti diberitakan, penanganan Covid-19 di Depok masih jauh dari kata ideal.

Hari ini, kasus Covid-19 di Depok sudah tembus 1.500, tepatnya 1.516 kasus. Tertinggi di Jawa Barat.

Kota Depok akhirnya menjadi kota dengan laporan kasus Covid-19 dan pasien meninggal tertinggi di Jawa Barat.

Angka itu dicapai hanya dengan jumlah pemeriksaan yang sangat minim.

Pemerintah Kota Depok tidak transparan soal data harian pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR.

Baca juga: Warga Abai, Pemkot Setengah Hati, Pandemi Covid-19 di Depok bagai Bom Waktu?

Pada Kamis (13/8/2020), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengungkapkan rasio pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR di Depok. Ternyata, jumlahnya sangat kecil.

Tito pun menegur langsung Wali Kota Depok Mohammad Idris yang mengklaim ada kemajuan dalam penanggulangan Covid-19 di wilayahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerap Resahkan Masyarakat, 7 'Pak Ogah' di Makassar Diamankan Polisi

Kerap Resahkan Masyarakat, 7 'Pak Ogah' di Makassar Diamankan Polisi

Regional
Pengalaman Kontak Senjata dengan KKB, 30 Menit Menegangkan di Pasar Jibama

Pengalaman Kontak Senjata dengan KKB, 30 Menit Menegangkan di Pasar Jibama

Regional
Calon Wali Kota Bontang Meninggal Dunia karena Covid-19

Calon Wali Kota Bontang Meninggal Dunia karena Covid-19

Regional
86 Orang di Pesantren Besar di Kabupaten Tasikmalaya Positif Corona

86 Orang di Pesantren Besar di Kabupaten Tasikmalaya Positif Corona

Regional
Pemkot Surabaya Cek Perahu Karet dan Saluran Air Menyambut Cuaca Ekstrem

Pemkot Surabaya Cek Perahu Karet dan Saluran Air Menyambut Cuaca Ekstrem

Regional
Positif Corona, Wakil Bupati Kubu Raya: Napas Capek, Badan Remuk

Positif Corona, Wakil Bupati Kubu Raya: Napas Capek, Badan Remuk

Regional
Wagub Jabar Ditolak Masuk Pesantren Saat Bawa Tim Pemeriksa Covid-19

Wagub Jabar Ditolak Masuk Pesantren Saat Bawa Tim Pemeriksa Covid-19

Regional
Pemkot Denpasar Kesulitan Cari Hotel untuk Tempat Karantina Pasien Covid-19

Pemkot Denpasar Kesulitan Cari Hotel untuk Tempat Karantina Pasien Covid-19

Regional
Oknum Aparatur Desa Cabuli Gadis ABG, Ini Modusnya

Oknum Aparatur Desa Cabuli Gadis ABG, Ini Modusnya

Regional
Bertemu Ganjar, Moeldoko: Jangan Semua Kematian Selalu karena Covid-19

Bertemu Ganjar, Moeldoko: Jangan Semua Kematian Selalu karena Covid-19

Regional
Seorang Ibu Tewas akibat Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya

Seorang Ibu Tewas akibat Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya

Regional
Anggota DPRD: Kebetulan Saya Sendiri, kalau Pakai Masker Itu Sesak, Apalagi Pakai AC...

Anggota DPRD: Kebetulan Saya Sendiri, kalau Pakai Masker Itu Sesak, Apalagi Pakai AC...

Regional
Otak Penyerangan Acara Midodareni Ditangkap di Rumah Terduga Teroris di Jepara

Otak Penyerangan Acara Midodareni Ditangkap di Rumah Terduga Teroris di Jepara

Regional
Hadapi Musim Hujan, Gubernur Ganjar: Jateng Sudah Susun Peta Bencana

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Ganjar: Jateng Sudah Susun Peta Bencana

Regional
Foto Calon Petahana Pilkada Jember di Ambulans Desa Ditutup Lakban, Bawaslu: Kami Tidak Merusak, tapi...

Foto Calon Petahana Pilkada Jember di Ambulans Desa Ditutup Lakban, Bawaslu: Kami Tidak Merusak, tapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X