SD dan SMP di Tasikmalaya Mulai Sekolah Tatap Muka pada September 2020

Kompas.com - 14/08/2020, 13:29 WIB
Salah satu sekolah dasar di wilayah Kota Tasikmalaya yang akan bersiap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Jumat (14/8/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASalah satu sekolah dasar di wilayah Kota Tasikmalaya yang akan bersiap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Jumat (14/8/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berencana memulai kembali sekolah tatap muka untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada awal September 2020 mendatang.

Jadwal itu sesuai hasil konsultasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan posisi status Kota Tasikmalaya selama ini masih zona kuning Covid-19.

Sedangkan, rencana mulainya sekolah tatap muka bagi SMA dan SMK Provinsi Jabar di Kota Tasikmalaya akan serentak dilaksanakan mulai 18 Agustus 2020.

Baca juga: Cerita Pengemudi Ojol, Sekeluarga Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

"Sesuai hasil konsultasi ke pihak Provinsi, rencana pembukaan belajar tatap muka SD dan SMP di Kota Tasikmalaya baru dilakukan di seluruh wilayah kecamatan yang berstatus zona hijau. Kalau kecamatannya belum zona hijau, belum bisa melaksanakan belajar tatap muka," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Budiaman mengatakan, selama ini pihaknya telah menginventarisasi kecamatan dan kelurahan mana saja yang bisa melaksanakan proses belajar tatap muka dengan status zona hijau.

Sejauh ini, hanya ada 4 kelurahan dari 10 kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya yang statusnya bukan zona hijau.

Dengan demikian, sebagian besar SD dan SMP di Kota Tasikmalaya selain yang berada di 4 kelurahan itu akan melaksanakan proses belajar tatap muka mulai awal September mendatang.

"Ada 4 kelurahan yang belum bisa membuka proses belajar mengajar secara tatap muka seperti Mangkubumi dan Indihiang. Seluruh SD dan SMP akan melaksanakan sekolah tatap muka, karena seluruhnya sudah zona hijau," kata Budiaman.

Baca juga: Pengemudi Ojol Cerita soal Efek Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Selain itu, jika ada siswa yang lingkungannya berstatus selain zona hijau, meski sekolahnya zona hijau, tetap tidak bisa melakukan proses belajar tatap muka.

Hal itu, untuk meminimalisasi kerawanan penyebaran Covid-19 yang nantinya dibawa oleh siswa tersebut.

Selain itu, semua sekolah yang akan bersiap menggelar proses belajar mengajar tatap muka akan lebih dulu melalui proses penilaian.

Nantinya akan ditentukan SD dan SMP mana saja di Kota Tasikmalaya yang akan melaksanakan sistem pembelajaran normal.

"Termasuk guru yang boleh mengajar di sistem tatap muka nanti maksimal usia 45 tahun ke atas. Usia guru di atas itu tidak boleh, termasuk harus rapid test dulu. Itu sedang kita ajukan, mudah-mudahan Pemprov membantu kita," kata dia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Regional
Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Regional
Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Regional
Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Regional
Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X