Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Guru Honorer di NTT Jual Sayur dan Ternak Babi demi Penghasilan Tambahan

Kompas.com - 14/08/2020, 13:12 WIB
Markus Makur,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

Ia tetap harus pandai membagi waktu untuk mempersiapkan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Usahanya mencari penghasilan tambahan bukan tanpa kendala. Ada saja sayuran yang tak laku terjual lalu membusuk.

Ia menyiasatinya dengan berternak babi. Sayuran yang membusuk itu dapat dijadikan pakan babi.

Tak perlu gengsi

Lima tahun sudah mengajar dan mendidik serta menyandang profesi guru tidak membuat dirinya gengsi untuk mencari penghasilan tambahan.

Baca juga: Ledakan Tabung Gas di Jember Hebohkan Polisi yang Jaga Demo

 

Tugas utama di sekolah tetap dilaksanakan dengan baik.

"Bagi saya, seorang sarjana tidak perlu harus gengsi dalam kehidupan bermasyarakat. Pekerjaan apa saja yang penting bisa menghasilkan uang," ujar dia.

"Cibiran dan keraguan dari orang-orang menjadikan saya termotivasi untuk bekerja keras," tambah dia.

Dari penghasilan menjual babi, ia bisa mendapat sekitar Rp 16 juta-Rp 18 juta per tiga bulan.

Karena dalam setahun babi bisa beranak 2 kali, dan setiap kali beranak bisa mencapa 10 ekor.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com