Kompas.com - 13/08/2020, 16:56 WIB
Anak ke empat Wiryosudiharjo, Soedarjo dan istrinya Rumiyati saat berada di depan rumah limasan yang penuh dengan nilai sejarah KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAAnak ke empat Wiryosudiharjo, Soedarjo dan istrinya Rumiyati saat berada di depan rumah limasan yang penuh dengan nilai sejarah

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Sebuah bangunan yang terbuat dari kayu berbentuk limasan masih berdiri kokoh di Dusun Tegalrejo, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tepat di pintu masuk bagian atas rumah terdapat tulisan dengan huruf jawa yang berbunyi "Joyo Wiryo"

Halaman depan rumah yang tampak cukup luas. Terdapat beberapa pohon sawo berukuran besar yang membuat halaman depan rumah terasa teduh.

Baca juga: Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Rumah ini dipagari oleh tembok dari bata merah yang dicat putih. Dilihat sekilas, rumah limasan ini usianya memang sudah cukup tua.

Tak hanya itu, bangunan limasan yang bagian depannya dicat hijau ini juga memiliki nilai sejarah dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia.

Keturunan ketiga pemilik rumah itu, Soedarjo (88), menuturkan dulu rumah limasan ini milik kakeknya yang bernama Joyo Wiryo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini sekarang sudah generasi ketiga, ini dulu kakek saya Joyo Wiryo. Dulu kakek saya itu lurah di Tegalrejo," ujar Soedarjo (88) saat ditemui di kediamannya Dusun Tegalrejo, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Selasa (11/08/2020).

Sembari menggenggam dua piagam yang diberikan oleh Ikatan Keluarga ex taruna MA (Militer Akademi) Yogya dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Soedarjo menyampaikan  rumah limasan tersebut sarat akan sejarah.

Baca juga: Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Ragu Struktur Bata di Stasiun Bekasi Bekas Markas Jepang

Saat penjajahan Belanda, Soedarjo tinggal bersama orangtuanya di Kecamatan Ngemplak, Sleman.

Setelah kakeknya meninggal, Soedarjo bersama keluarga pindah ke rumah kakeknya.

Soedarjo masih ingat betul ketika terjadi Agresi Militer Belanda II yang menyerang Yogyakarta.

Saat itu Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia.

"Ibu Kota kita Yogyakarta saat itu kan diserbu Belanda, lalu semua keluar dari kota semua termasuk tentara Kita untuk melawan Belanda dalam bentuk perang gerilya," tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.