Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Kompas.com - 13/08/2020, 16:52 WIB
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deny Irwansyah saat menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku pembuang bayi di Godean, Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deny Irwansyah saat menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku pembuang bayi di Godean, Sleman

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polisi berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi di Dusun Berjo Kulon, Kecamatan Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY).

"Kita amankan saudari AZM ini warga Jember yang tinggal di Sleman dan saudara HRP asal Sumatera Selatan kos di wilayah Sleman," ujar Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deny Irwansyah dalam jumpa pers, Kamis (14/8/2020).

Pelaku diketahui seorang mahasiswa kedokteran salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dan kekasihnya masih berstatus pelajar.

"Informasi terakhir yang perempuan masih pelajar dan mau kuliah di Yogyakarta. Iya yang laki-laki (mahasiswa kedokteran)," ungkapnya.

Baca juga: Balita di Sleman Tewas Diduga Dianiaya Teman Dekat Ibunya

Deny menjelaskan, peristiwa ini berawal ketika pada 28 Juli 2020 tersangka AZM melahirkan seorang bayi laki-laki dari hubunganya dengan kekasihnya HRP.

AZM melahirkan di sebuah rumah bidan yang berada di wilayah Bantul.

Pada tanggal 29 Juli 2020, AZM dan HRP memutuskan untuk membuang bayi tersebut di teras rumah warga di daerah Berjo Kulon, Sidoluhur, Godean, Sleman.

Dari pemeriksaan diketahui motif keduanya tega membuang bayi mereka karena takut ketahuan orangtua.

"Motifnya karena belum bisa merawat dan takut mencoreng nama keluarga. Saat membuang itu juga dari keputusan bersama keduanya," tegasnya.

Baca juga: Warga Sleman Temukan Bayi Dalam Kardus di Depan Rumah, Ada Pesan yang Ditinggalkan

Keberhasilan pengungkapan pelaku pembuang bayi ini dari hasil rekaman CCTV yang ada di lokasi.

Kendaraan yang digunakan kedua pelaku terekam kamera CCTV.

"Ini kerja cepat rekan-rekan, dari rekaman CCTV terlihat menggunakan kendaraan roda empat," tandasnya.

Akibat perbuatanya, keduanya dijerat dengan Pasal 76B, Jo Pasal 77B UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean Sleman.

Saat ditemukan bayi berada di dalam kardus dan diletakan di kursi depan rumah seorang warga.

Di kardus juga terdapat tulisan tangan berisi pesan agar menjaga dan menyayangi bayi tersebut.

Begini bunyi pesan tersebut :

"Izinkan saya menitipkan anak saya...mohon sayangi ia sebagaimana saya menyayanginya. Tolong besarkan ia sebagaimana saya ingin membesarkannya. Berikanlah ia yang terbaik,"



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Regional
Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Regional
Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Siasat Pemkot Yogyakarta Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

Regional
Dituding Terima Suap Rp 2 Miliar oleh KPK, Plt Bupati Muara Enim Sebut Fitnah dan Ancam Laporkan

Dituding Terima Suap Rp 2 Miliar oleh KPK, Plt Bupati Muara Enim Sebut Fitnah dan Ancam Laporkan

Regional
Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Regional
Mulai Beroperasi, Alat PCR Bantuan Pondok Gontor Mampu Diagnosa 90 Spesimen Covid-19 Dalam Sehari

Mulai Beroperasi, Alat PCR Bantuan Pondok Gontor Mampu Diagnosa 90 Spesimen Covid-19 Dalam Sehari

Regional
Polisi Sebut Ambulans Tak Boleh Angkut Barang Seserahan Pernikahan

Polisi Sebut Ambulans Tak Boleh Angkut Barang Seserahan Pernikahan

Regional
6 Pemulung Positif Covid-19, Satu Orang Melarikan Diri dan Masih Berkeliaran

6 Pemulung Positif Covid-19, Satu Orang Melarikan Diri dan Masih Berkeliaran

Regional
4 Oknum Satpol PP yang Rampas Uang Pengemis Ditangkap Polisi

4 Oknum Satpol PP yang Rampas Uang Pengemis Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Pemulung Positif Covid-19 Kabur Saat Hendak Dikarantina Satgas Kota Ambon

Kronologi Pemulung Positif Covid-19 Kabur Saat Hendak Dikarantina Satgas Kota Ambon

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bima Ricuh, 2 Polisi Terluka, 8 Mahasiswa Ditangkap

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bima Ricuh, 2 Polisi Terluka, 8 Mahasiswa Ditangkap

Regional
4 Mahasiswa Tersangka Demo di DPRD Jateng Jadi Tahanan Kota

4 Mahasiswa Tersangka Demo di DPRD Jateng Jadi Tahanan Kota

Regional
Kabur Saat Dibawa ke Pusat Karantina, Satgas Belum Temukan Pemulung Positif Covid-19

Kabur Saat Dibawa ke Pusat Karantina, Satgas Belum Temukan Pemulung Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X