Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Kompas.com - 13/08/2020, 15:57 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - YB (30), warga Desa Sainiup, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), tega menghabisi nyawa Petrus Kusi (60).

Kasatreskrim Polres TTU AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan, insiden pembunuhan itu terjadi pada Rabu (12/8/2020).

 

"Pembunuhan itu terjadi kemarin, akibat saling rebutan sebuah pohon asam," kata Sujud saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (13/8/2020).

Sujud menjelaskan, kejadian itu bermula ketika korban, Petrus Kusi bertengkar dengan warga lain, YTC yang merupakan mertua pelaku YB.

Petrus dan YTC bertengkar tentang kepemilikan sebatang pohon asam yang berada di Kampung Tuatoi, Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan.

Baca juga: Pasutri Ini Sulap Karung Goni Bekas Jadi Tas dan Dompet, Omzetnya Jutaan Rupiah

Dalam pertengkaran itu, Petrus memukul YTC.

Pelaku yang berada di dekat lokasi pertengkaran tak terima melihat mertuanya dipukul.

"Melihat itu, pelaku yang saat itu sedang memegang sebilah parang, lalu menegur korban. Namun korban tak terima teguran tersebut," kata Sujud.

Setelah ditegur, korban menendang kaki pelaku. Korban juga berusaha memukul pelaku dengan tangan kiri.

Tapi, sebelum pukulan mendarat, pelaku lebih dulu mengayunkan parang ke arah tangan korban.

 

Korban pun terjatuh terkena bacokan parang. Pelaku lalu berulang kali membacok tubuh korban di bagian tangan, punggung, dan kepala.

"Korban langsung tewas di lokasi kejadian," kata Sujud.

Mendapatkan laporan dari warga, polisi langsung turun ke lokasi kejadian. Pelaku ditangkap tak lama setelah kejadian.

Baca juga: Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Polisi juga menyita sebilah parang yang dipakai pelaku untuk membunuh korban.

"Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka. Sedangkan pelaku sudah kita amankan di Mapolres TTU," jelasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com