Kompas.com - 13/08/2020, 15:53 WIB
Arif Rahman Hakim, Kepala Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, marah dan membuang daging ayam yang busuk dan bau di tempat Agen penyalur program BPNT. Rabu (12/8/2020) KOMPAS.com/IstimewaArif Rahman Hakim, Kepala Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, marah dan membuang daging ayam yang busuk dan bau di tempat Agen penyalur program BPNT. Rabu (12/8/2020)

TUBAN, KOMPAS.com - Kepala Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Arif Rahman Hakim mengamuk dan membuang daging ayam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di jalanan.

Aksi emosional tersebut dipicu adanya warga yang mengeluhkan sakit akibat memakan daging yang diterima dari agen atau suplier sembako program BPNT.

Arif Rahman Hakim mengatakan, awalnya ada informasi warganya yang mengeluhkan sakit mual dan muntah setelah memakan daging ayam pemberian dari program BPNT.

Setelah dilakukan penelusuran ke warga, ternyata pihaknya mendapati daging yang diterima salah satu KPM warga Desa Socorejo tersebut sudah busuk dan sudah berbau tidak sedap.

Baca juga: Nora Alexandra Besuk Jerinx SID, Bawa Makanan hingga Buku

"Itu warga saya suaminya ibu Rami, saya lupa namanya kan sampai sakit dan muntah-muntah setelah makan daging dari BPNT," kata Arif Rahman Hakim, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Tak terima warganya yang kurang mampu diperlakukan semena-mena, Arif Rahman Hakim pun mendatangi ke tempat agen penyalur bahan pokok program BPNT.

Hasilnya, Arif mendapati sejumlah bungkusan daging ayam yang sudah kondisi bau tidak sedap dan sudah mulai membusuk yang akan dibagikan kepada KPM BPNT.

Sontak saat itu, Arif marah dan membuang sejumlah daging ayam yang dianggap sudah busuk dan tidak layak konsumsi tersebut ke jalan.

Sebab, saat ini di Desa Socorejo, terdapat sekitar 100 keluarga penerima manfaat (KPM) dari program BPNT dari pemerintah pusat.

Arif khawatir kalau daging itu tidak dibuang, tidak menutup kemungkinan akan diberikan ke KPM di desa lainnya.

Karena itu, dia meminta agen dan suplier tidak main-main dengan progran bantuan pemerintah pusat ini.

Selain itu, warga kurang mampu yang berhak menerima program BPNT tidak bisa berbuat banyak, meski tahu bahan pokok yang akan diterima kualitasnya sangat jelek atau dagingnya busuk.

Sebab, lanjut dia, sering ada upaya intimidasi terhadap KPM yang merupakan warga kurang mampu.

"Lha wong barang gratisan kok milih, jadi kadang-kadang dalam hatinya mereka menolak, tapi ya tetap diterima, karena intimidasi itu," kata Arif.

Terpisah, agen penyalur bahan pokok program BPNT di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Mabrur menyampaikan, selama ini semua keperluan barang atau bahan pokok yang akan disalurkan kepada KPM program BPNT dibelanjakan dan dikirim dari suplier.

Sehingga, pihak agen tidak bisa mengontrol kualitas barang atau bahan pokok yang tersedia yang telah dikirim oleh suplier.

Pihak agen hanya sebagai tempat untuk menyalurkan barang atau bahan pokok secara langsung kepada KPM program BPNT.

Baca juga: Gara-gara Kupon Daging Kurban, Ketua RT Dilaporkan ke Polisi

Menurut Mabrur, untuk kualitas daging yang dikirim dari suplier, Rabu (12/8/2020) kemarin, memang ada yang bagus dan ada yang jelek terlihat seperti dioplos.

"Adanya yang dikirim seperti itu, kami bagikan apa adanya, kami hanya menyalurkan kok," terang dia.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban, Joko Sarwono mengatakan, terkait persoalan daging busuk yang dikeluhkan warga Desa Socorejo, sudah diganti yang baru dan sudah diserahkan ke KPM.

Selama ini, baik agen dan suplier telah berkomitmen untuk menjaga kualitas bahan pokok yang disalurkan ke KPM, jika ada daging busuk atau bahan pokok yang jelek akan langsung diganti.

"Pagi ini sudah diganti daging yang baru dan sudah diterimakan ke KPM," terang Joko, saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: 18 Agustus 2020, Uji Coba Belajar Tatap Muka SMK dan SMA di Jatim

Saat ini, Tim Dinsos P3A Kabupaten Tuban telah melakukan klarifikasi dan melakukan penelusuran kepemilikan sarana tempat penyimpanan daging terhadap agen di lapangan.

Selain itu, pihaknya juga memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran program BPNT, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Ronggolawe Sukses Mandiri sebagai suplier tunggal program BPNT di Kabupaten Tuban.

"Walaupun barangnya sudah diganti, tapi tidak menggugurkan tanggungjawab, kami akan tetap mengevaluasi dan memberikan surat peringatan serta bisa sampai pemutusan hubungan kerja," terang dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X