Pembantu Ternyata Residivis Kasus Narkoba, Bayi Majikan Malah Dicabuli dengan Botol Parfum dan Disaksikan Suaminya

Kompas.com - 13/08/2020, 14:31 WIB
Ilustrasi bayi menangis. Ilustrasi bayi menangis.

KOMPAS.com- Seorang pembantu rumah tangga di Pariaman, Sumatera Barat berinisial VV (19) nekat mencabuli anak bayi perempuan majikannya yang masih berusia 8 bulan, Rabu (5/8/2020).

Ironisnya pelaku melakukan pencabulan tersebut menggunakan botol parfum.

Setelah diselidiki, satu hari sebelum aksi pencabulan, VV rupanya sempat mengonsumsi sabu-sabu.

Ternyata, perempuan berinisial VV itu berlatar belakang seorang residivis kasus narkoba dan kini bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Baca juga: Sebelum Cabuli Bayi Secara Live di Video Call, Pembantu Ini Konsumsi Sabu

Konsumsi sabu di kamar mandi

Ilustrasi NarkobaKOMPAS.COM/HANDOUT Ilustrasi Narkoba
Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman AKP Ardiansyah Rolindo menjelaskan, VV diam-diam mengonsumsi narkoba tanpa sepengetahuan majikannya.

VV, kata Ardiansyah, diketahui merupakan seorang residivis kasus sabu-sabu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia mengaku memakai sabu sebelum melakukan aksi bejatnya. Satu hari sebelumnya, dia pakai (sabu) di kamar mandi," ujar Ardiansyah, Kamis (13/8/2020).

Ada kemungkinan, tindakan pencabulan yang dilakukan oleh VV terjadi karena pengaruh narkotika.

"Namun kita belum bisa memastikan apakah terpengaruh sabu dia lakukan pencabulan atau tidak. Yang jelas dia residivis kasus narkoba," jelas Ardiansyah.

Baca juga: Seorang Pembantu Cabuli Bayi dan Disaksikan Suaminya via Video Call

Ilustrasi Pelecehan SeksualShutterstock Ilustrasi Pelecehan Seksual

Bayi majikan dicabuli dengan botol parfum, ibu curiga

Kapolres Kota Pariaman AKBP Deny Rendra mengemukakan, pada 5 Agustus 2020, VV mencabuli anak bayi majikannya yang masih berusia 8 bulan. Ia menggunakan botol parfum.

Tak hanya mencabuli, aksinya itu diperlihatkan pada suaminya melalui video call.

Saat melakukan pencabulan itu, ibu korban baru saja pulang dari sawahnya di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Curiga dengan gerak-gerik VV ketika mengasuh anaknya di dalam kamarnya, ibu korban mendesak VV bercerita.

VV pun mengaku telah mencabuli putri majikannya.

Tak terima dengan perlakuan pembantunya, ibu korban melaporkan VV pada polisi.

"Setelah menerima laporan polisi, kita langusng menangkap tersangka," ujar Deny.

Baca juga: Di Gendongan Sang Ibu, Bayi Itu Dipukuli Ayahnya hingga Tersengal-sengal dan Meninggal...

Mengaku disuruh dan diancam dibunuh oleh suaminya

Ilustrasi video call atau panggilan video.SHUTTERSTOCK Ilustrasi video call atau panggilan video.
Dalam pemeriksaan, VV mengaku aksi itu dilakukan lantaran disuruh oleh suaminya yang merupakan seorang penjual es di Sumatera Utara.

VV mengatakan, suaminya akan membunuhnya jika tidak bersedia melakukan hal tersebut.

Demi memuaskan nafsu suaminya, VV pun akhirnya mencabuli anak majikannya dan mempertontonkan kepada suaminya melalui video call.

Rupanya, pencabulan itu sudah beberapa kali dilakukan oleh VV.

"Pengakuan pelaku dia dipaksa suaminya untuk melakukan pencabulan dan kalau tidak mau diancam dibunuh," kata

Kini, polisi juga tengah memburu suami VV.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Padang, Perdana Putra | Editor : Farid Assifa, Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X