Normalisasi Sungai Pascabanjir Bandang Luwu Utara Sudah Mencapai 50 Persen

Kompas.com - 13/08/2020, 11:52 WIB
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani sedang melakukan peninjauan pembangunan jembatan bailey (7/8/2020)(Dok. Pemkab Luwu Utara) Pemkab Luwu UtaraBupati Luwu Utara Indah Putri Indriani sedang melakukan peninjauan pembangunan jembatan bailey (7/8/2020)(Dok. Pemkab Luwu Utara)

LUWU UTARA, KOMPAS.com – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan, penanganan normalisasi sungai pascabanjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu sudah mencapai 50 persen.

Normalisasi kini diprioritaskan tempat-tempat masuknya air ke Kota Masamba, Radda dan Sabbang.

“Kalau dilihat hari ini untuk penanganan normalisasi sungai sudah mencapai 50 persen, semoga hari ini ada kemajuan yang lebih signifikan,” kata Indah saat dikonfirmasi, Kamis (13/08/2020).

Baca juga: Bupati Luwu Utara Targetkan Pengungsi Banjir Bandang Tinggalkan Tenda Pengungsian Sebelum 17 Agustus

Sementara untuk permukiman, Pemerintah Daerah Luwu Utara fokus pada Dana Tunggu Hunian (DTH), dan untuk Hunian Sementara (Huntara) yang awalnya 400 unit dialihkan ke Hunian Tetap (Huntap).

“Jadi yang sudah selesai ada 100 unit, nah selebihnya itu dialihkan langsung ke Huntap,” ucap Indah.

Terkait dengan lokasi Huntap pemerintah menyiapkan tiga titik lokasi di Masamba, dan empat lokasi di Radda.

Baca juga: Polisi Sebut Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara Murni karena Faktor Alam

Sebagai informasi, banjir bandang di Luwu Utara terjadi setelah meluapnya Sungai Rongkong, Sungai Meli, dan Sungai Masamba pada Senin (13/7/2020) malam.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel telah menyelidiki penyebab banjir bandang dan longsor di Luwu Utara yang mengakibatkan puluhan warga tewas.

Dari hasil penyelidikan itu, Direktur Krimsus Polda Sulsel Kombes (Pol) Agustinus Pangaribuan mengatakan, bencana tersebut murni karena faktor alam dan bukan disebabkan karena illegal logging.

"Sementara bukan karena illegal logging, eksploitasi hutan dan lain-lain tapi karena faktor alam," kata Agustinus melalui pesan singkat, Kamis (6/8/2020).

Hasil penyelidikan tersebut didapatkan usai polisi memeriksa beberapa orang yang berasal dari Luwu Timur.

Beberapa saksi yang diperiksa mulai dari tokoh masyarakat, pejabat desa, hingga masyarakat yang wilayahnya terdampak banjir dan longsor.

"Seperti itu intinya. Banyak saksi-saksi. Masyarakat dari kantor desa dan lain-lain," kata Agustinus.

Pernyataan polisi tersebut kontras dengan analisis yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel yang menyebut banjir dan longsor di Luwu Utara adalah bencana ekologis.

Pasalnya sejak 2018, sudah terjadi pengalihan fungsi kawasan hutan di pegunungan Luwu Utara serta pembalakan liar.

" Banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara bukan hanya semata-mata bencana alam, tetapi lebih kepada bencana ekologis perusakan lingkungan,” ungkap Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin ketika dikonfirmasi, Senin (20/7/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Regional
Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Regional
Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Regional
Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Regional
Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Regional
Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Regional
Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X