Satu Keluarga di Gunungkidul Keracunan Ubi Gadung, 1 Orang Meninggal

Kompas.com - 12/08/2020, 17:08 WIB
Ngadino Keluarga Korban Keracunan Gadung Menunjukkan Lokasi Tanaman di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Rabu (12/8/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONONgadino Keluarga Korban Keracunan Gadung Menunjukkan Lokasi Tanaman di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Rabu (12/8/2020)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Satu keluarga di Padusunan Gading X, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul, keracunan makan umbi jenis gadung.

Satu orang meninggal dunia, dua orang lainnya masih dirawat di rumah sakit karena muntah dan mual.

Salah seorang keluarga korban, Ngadino mengatakan, awalnya Miarto (65) dan Tukinah (60) mengambil gadung dari belakang rumahnya untuk dimasak.

Setelah direbus, gadung kemudian dimakan bersama bibinya yang kebetulan tinggal di rumah yang sama, bernama Darmo Suwito alias Sugirah berusia kurang lebih 80-an tahun sekitar pukul 11.00 WIB. 

Baca juga: Keracunan Umbi Gadung, 5 Siswa SD Dilarikan ke Puskesmas

Sesaat setelah makan gadung, ketiganya mengalami mual dan muntah, lalu dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta.

"Bu Girah meninggal dunia," ucap Ngadino saat ditemui di rumah duka Rabu (12/8/2020)

Ngadino pun mengajak untuk menengok ke belakang rumah duka, di sana masih ada sisa bekas tanaman gadung yang menjalar di pohon.

Menurut dia, gadung biasa dimakan oleh masyarakat namun harus diolah secara benar seperti direndam beberapa saat sebelum dimasak. 

Dari pengamatan  Kompas.com  di rumah duka, puluhan warga sekitar sudah datang untuk menyampaikan bela sungkawa. Sementara jenasah belum dibawa ke rumah duka.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan seperti peti jenazah sudah diletakkan di ruang tamu.

Sejumlah petugas kepolisian datang ke rumah duka membawa gadung dari belakang rumah. 

Baca juga: Satu Bal Keripik Gadung Rp 110.000, Dibayar Pak Jokowi Rp 150.000...

Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini.

Hasil diagnosa sementara dari tim medis, ketiga korban diduga karena keracunan ubi jalar sejenis gadung.

Dari keterangan saksi sebelum dibawa ke rumah sakit, ketiga korban sudah meminum susu untuk penawar. 

Mereka lalu dibawa ke Puskesmas Playen, namun karena keterbatasan alat dirujuk ke RS Nuromah, Playen.

Namun, sesampainya di RS Nurohmah, Sugirah meninggal dunia.

Menurut keterangan korban selamat mereka mengkonsumsi sejenis gadung yang diambil dari belakang rumah sendiri.

"Dari keterangan petugas medis, diduga para korban keracunan ubi jalar sejenis gadung," ucap Hajar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X