Kompas.com - 12/08/2020, 16:39 WIB
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menjemput ratusan ekor burung endemik dan reptil korban perdagangan ilegal di Bandara Pattimura Ambon, Rabu (12/8/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPetugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menjemput ratusan ekor burung endemik dan reptil korban perdagangan ilegal di Bandara Pattimura Ambon, Rabu (12/8/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Ratusan reptil dan burung endemik yang menjadi korban perdagangan illegal dikembalikan ke Maluku.

Burung endemik asal Maluku tersebut berjumlah 74 ekor.

Mereka terdiri dari 25 ekor kakaktua Maluku, 19 ekor nuri bayan, 16 ekor nuri Maluku, dan lima ekor kasturi Ternate.

Lalu, empat ekor perkici pelangi, tiga ekor kakaktua putih, dan dua ekor kakatua Tanimbar.

Sementara, hewan reptil yang dikembali terdiri dari 27 ekor soa layar dan 42 ekor kadal lidah biru.

Baca juga: Kapolda Maluku Ajak Pasien Covid-19 Membaca Kitab Suci untuk Meningkatkan Imunitas

Pengembalian ratusan burung endemik dan reptil asal Maluku ini bertepatan dengan kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh pada Selasa (11/8/2020).

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Indra Exploitasia mengatakan, ratusan satwa yang dikembalikan itu berasal dari BBKSDA Sumatera Utara sebanyak 14 ekor, BBKSDA Jawa Timur sebanyak 44 ekor, dan BKSDA DKI Jakarta sebanyak 86 ekor.

“Seluruh satwa yang diangkut ditempatkan di dalam kandang transport sesuai dengan standar penerbangan (IATA),” kata Indra, Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan, selama transit di Jakarta, hewan endemik asal Maluku itu diperiksa dokter hewan dari BKSDA DKI Jakarta dan selanjutnya diterbangkan ke Ambon.

Petugas Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dan BKSDA Maluku langsung mengecek kondisi hewan tersebut saat tiba di Bandara Internasional Pattimura.

 

Satwa yang dinilai siap akan dilepasliarkan ke Suaka Alam Gunung Sahuwai di Kabupaten Seram Bagian Barat dan kawasan Taman Nasional Manusela di Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara satwa yang belum siap akan dirawat di Kandang Transit Passo di Kota Ambon dan  Pusat Penyelamatan Satwa (PRS) Masihulan di Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara, Pulau Seram.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Karantina Pertanian, Otoritas Bandara, Bea Cukai dan para pihak yang telah mendukung upaya pemberantasan kejahatan terhadap satwa liar kebanggan Indonesia.” jelas Indra.

Baca juga: Jadi Tersangka, Unggahan Jerinx soal IDI Kacung WHO Penuhi Pidana Pencemaran Nama Baik

Sementara itu, Kepala Balai KSDA Maluku Danny H Pattipellohy mengapresiasi terlaksannya translokasi satwa endemik Kepulauan Maluku tersebut.

Ia mengatakan sesuai rencana ratusan ekor satwa tersebut akan dilepasliarkan di habitatnya di kawasan konservasi Taman Nasional Manusela. Sisanya akan dilepasliarkan di kawasan konservasi Suaka Alam (SA) Gunung Sahuwai di Kabupaten Seram Bagian Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X