Sistem Tilang Online di Yogya, STNK Pelanggar Lalu Lintas Terancam Diblokir

Kompas.com - 12/08/2020, 11:39 WIB
Anggota Kepolisian saat sosialiasi ETLE di titik nol Yogyakarta, Rabu (12/8/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoAnggota Kepolisian saat sosialiasi ETLE di titik nol Yogyakarta, Rabu (12/8/2020)


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyosialisasikan sistem Elektronic Trafic Low Enforcement ( ETLE) di Titik Nol Yogyakarta.

Dengan sistem ini, surat tilang akan dikirim langsung ke alamat rumah pelanggar.

Jika tidak segera diurus, pelanggar terancam pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK).

Direktorat Lalu Lintas Polda DIY Made Agus menjelaskan, ETLE adalah sistem penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi canggih yaitu berupa kamera yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan.

Baca juga: Depok Akan Terapkan Tilang Elektronik Mulai September, Kamera ETLE Dipasang di 2 Lokasi

Sehingga, kamera bisa secara langsung menangkap gambar para pelanggar lalu lintas yang melintas di DI Yogyakarta.

Tidak hanya untuk pengendara roda dua saja, kamera juga bisa mendeteksi pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara roda 4.

"Mekanisme kamera di titik-titik akan meng-capture yang sudah terkoneksi di back office kami lalu dilakukan proses verifikasi selama 3 hari. Setelah 3 hari, surat konfirmasi ini akan dikirim ke alamat pelanggar masing-masing," ucapnya.

Pelanggar lalu lintas diberikan waktu selama 5 hari untuk mengonfirmasi, bisa secara langsung ke Ditlantas Polda DIY.

Aturannya, setelah 5 hari pelanggar lalu lintas diberikan kode bank virtual dan diwajibkan membayar tilang dalam kurun waktu 7 hari.

Jika tidak dibayarkan selama 15 hari dan tidak melakukan konfirmasi, maka akan dilakukan pemblokiran STNK.

"Kendaraan yang terblokir akan tersistem langsung ke regident. Kendaraan yang terblokir bisa mengurus langsung ke Samsat terdekat berkoordinasi dengan Gakum Ditlantas Polda DIY dan harus menyelesaiakn kewajiban tilang," ujarnya.

Baca juga: Lamongan Segera Terapkan Tilang Elektronik ETLE

Made Agus menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini pihaknya fokus pada pengawasan dan teguran.

"Di era pandemi Covid-19 dan ETLE kami terapkan penegakan hukum secara tindakan represif non yusticial artinya kami melakukan pengawasan, teguran kepada pelanggar yang ter-capture oleh kamera," katanya.

Ia menjelaskan, beberapa pelanggaran yang dapat tertangkap kamera ETLE seperti melanggar marka jalan, menggunakan ponsel saat berkendara, menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), dan tidak memakai sabuk pengaman.

"ETLE ada di 4 titik di Yogyakarta sementara ini, sudah terpasang di persimpangan untuk pengawasan, pengendalian dan merekam pelanggaran-pelangaran di titik-titik tersebut," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X