Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kompas.com - 12/08/2020, 07:05 WIB
Pendiri rumah hebat Fatonah, Agus Santoso (35) ditemui di rumahnya Dukuh Manggung RT 002, RW 008, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPendiri rumah hebat Fatonah, Agus Santoso (35) ditemui di rumahnya Dukuh Manggung RT 002, RW 008, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Agus Santoso (35), penyandang tunanetra asal Karanganyar, Jawa Tengah mendirikan Rumah Hebat Fatonah sebagai tempat belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Agus merintis Rumah Hebat Fatonah tersebut sejak Mei 2009. Berawal dari keprihatinan dirinya karena akses ABK untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan masih terbatas.

Rumah hebat itu awalnya hanya menerima ABK tunanetra. Seiring dengan perkembangan, kini menerima berbagai ABK, baik tunanetra, tunadaksa, maupun putus sekolah dari berbagai usia.

"Saya dulu menangani ABK khususnya tunanetra dari berbagai kegiatan macam-macam. Karena untuk tunanetra media belajarnya sangat minim. Dari berbagai sumber (tenaga) juga minim," kata Agus mengawali kisahnya, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Kisah Tunanetra Penjual Ikan Asin, Jualan Keliling Dituntun Anak 5 Tahun

Agus memanfaatkan ruang tamu rumahnya berlokasi di Dukuh Manggung RT 002, RW 008, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah sebagai tempat belajar.

Bapak satu anak ini mengaku selama enam tahun berjalan tepatnya 2009 hingga 2014 hanya dua kegiatan yang diajarkan. Kegiatan itu antara lain keagamaan dan teknologi komputer.

Mulai 2015 hingga sekarang, pria yang berprofesi sebagai tukang pijat tersebut mengajarkan semua ilmu pengetahuan umum kepada para peserta.

"Dulu hanya kegiatan keagaman dan teknologi komputer yang saya ajarkan. Mulai 2015 saya ajarkan ke seluruh ilmu pengetahuan umum. Baik bisnis, manajemen, tata boga, musik dan ilmu-ilmu yang lain," kata Agus.

Agus menyebut Rumah Hebat Fatonah memiliki 20 peserta aktif. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Karanganyar, di antaranya Tawangmangu, Karangpandan, Jaten, Jumapolo dan Tasikmadu.

Rumah Hebat Fatonah buka setiap Sabtu dan Minggu. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB - 14.00 WIB. Tetapi, sejak ada pandemi Covid-19 kegiatan belajar dimulai pukul 09.30 WIB - 11.30 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X