Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Kompas.com - 12/08/2020, 06:30 WIB
Petugas damkar Pekanbaru saat melakukan pemadaman pada kebakaran gedung telkom di Jalan Jenderal Sudirman,  Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (11/8/2020). KOMPAS.COM/IDONPetugas damkar Pekanbaru saat melakukan pemadaman pada kebakaran gedung telkom di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (11/8/2020).

KOMPAS.com - Kebakaran di Gedung Telkom di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, membuat jaringan provider tersebut lumpuh total,
Selasa (11/8/2020), sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibatnya, sejumlah warga terpaksa berbondong-bondong membeli kartu perdana dari provider lain.

Warga tampak memadati sejumlah counter penjual kartu perdana di sepanjang Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Sementara itu, untuk memadamkan api di Gedung Telkom, setidaknya enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Penyebab kebakaran pun masih didalami petugas.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Pelayanan diperbaiki secara bertahap

Kebakaran yang melanda Gedung Telkom telah membuat sejumlah fasilitas pelayanan terganggu.

"Kejadian tersebut berdampak pada layanan panggilan suara dan SMS untuk sementara ini belum dapat digunakan, dan ada penurunan kualitas akses data di sejumlah wilayah di Sumatera," jelas Denny Abidin, Vice President Corporate Communication Telkomsel, dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Denny menjelaskan, tim teknis tengah berusaha memulihkan layanan secara bertahap.

Baca juga: Kebakaran Gedung Telkom Pekanbaru Sudah Dipadamkan, yang Terbakar Bagian Pengaturan Jaringan

2. Telkom minta maaf

Denny mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan pasca-kebakaran, khususnya pelanggan di wilayah Sumatera.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak atas gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ucap Denny.

Sementara itu, menurut Menurut keterangan Danton Pleton Yudha Damkar Pekanbaru Tengku Afrizal Kadri, enam unit dikerahkan untuk memadamkan api.

"Api sudah berhasil kami kuasai. Saat ini kami sedang melakukan penyisiran untuk antisipasi adanya api di dalam gedung," kata Afrizal kepada Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Telkomsel di Pekanbaru Lumpuh Total akibat Gedung Telkom Terbakar, Warga Beralih Jaringan

 

3. Toko kartu perdana kebanjiran order

Pasca-kabakaran, salah satu penjual kartu perdana di Pekanbaru, Gilang (22) mengaku, sejak sore hari warga berbondong-bondong membeli provider perdana selain Telkomsel.

"Mulai ramainya jam setengah tiga. Sampai sekarang enggak ada berhenti. Ada yang beli kartu Tri, Smartfren, dan XL. Untuk kartu Tri stoknya sudah habis. Tadi ada lima kali ada ambil stok habis semua. Sekarang tinggal kartu paket IM3," sebut Gilang saat diwawancarai Kompas.com, Selasa.

Gilang pun mengaku omsetnya saat itu naik tajam.

Baca juga: Saat Gedung Telkom Terbakar, Sekuriti Sampai Jemput Petugas Damkar karena Jaringan Mati

4. Sempat dikira ponsel yang rusak

Menurut salah satu warga di Pekabaru, Widi (30), dirinya sempat mengira ponselnya yang rusak.

"Ya, kaget juga handphone tiba-tiba jaringannya mati. Saya kira handphone yang rusak. Pas tanya tetangga ternyata memang jaringan Telkomsel yang mati," ujar salah seorang warga Pekanbaru, Widi (30) saat diwawancarai Kompas.com, Selasa.

Sementara itu, Iqbal (25) mengaku terpaksa mengganti kartu perdana lain karena jaringan Telkomsel tak kunjung pulih.

"Sejak jam setengah tiga sore jaringan Telkomsel mati. Sampai sekarang belum hidup. Jadi malam ini saya beli kartu Smartfren. Karena kita butuh jaringan," ujar Iqbal saat ditemui Kompas.com di Jalan HR Soebrantas, Selasa.

 

5. Dijemput sekuriti Telkom

Menurut Tengku Afrizal, saat terjadi kebakaran, sekuriti kantor Telkom terpaksa menjemput petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pekanbaru ke kantornya. Pasalnya, jaringan Telkomsel sudah mati total.

"Kita mendapat laporan sekitar pukul 14.30 WIB. Itu pun kita dapat laporan bukan melalui telepon masuk, tapi sekuriti Telkom yang datang menjemput ke kantor kita, karena jaringan langsung hilang," kata Danton Pleton Yudha Damkar Pekanbaru Tengku Afrizal Kadri saat diwawancarai Kompas.com di lokasi kebakaran, Selasa.

(Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi, Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung | Editor: Aprillia Ika, Reska K. Nistanto)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X