Berbarengan dengan Pilkada 2020, Kemendagri Minta Pilkades Serentak Ditunda

Kompas.com - 11/08/2020, 18:13 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

SUMEDANG, KOMPAS.com - Pelaksanaan Pemilihan kepala desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat tampaknya harus ditunda hingga tahun 2021.

Sebelumnya, Pemkab Sumedang telah memutuskan jadwal pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2020 ini akan dilaksanakan pada 8 November.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang Endah Kusyaman mengatakan, pelaksanaan Pilkades yang akan dilaksanakan di 88 desa se-Sumedang ini harus ditunda menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Pilkades Sumedang Diundur, Sejumlah Calon Kepala Desa Khawatir Biaya Kampanye Bengkak

Surat bernomor 141/4528/SJ, tanggal 10 Agustus 2020 tentang Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak dan Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu atau PAW ini ditunjukkan kepada Bupati/Wali Kota di seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut dinyatakan alasan penundaan waktu Pilkades 2020 ini karena bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 nanti.

"Untuk di Sumedang, kami tidak akan melaksanakan Pilkada, untuk itu, kami akan menindaklanjuti surat edaran ini dengan melakukan konsultasi ke Kemendagri," ujar Endah kepada Kompas.com, di Sumedang, Selasa (11/8/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Mendagri Sarankan Pilkades Serentak Ditunda

Endah menuturkan, jika Pilkades serentak gelombang ke-3 tahun 2020 di Sumedang harus ditunda hingga tahun 2021, maka Pemkab Sumedang harus mengubah Perbup Sumedang, terkait Pilkades Serentak.

Selain itu, anggaran yang telah dikeluarkan untuk tahapan pelaksanaan Pilkades di Sumedang tahun 2020 ini akan menjadi mubazir.

"Hari ini, dari bidang pemerintahan desa sudah menuju ke Kementerian Dalam Negeri untuk konsultasi sekaligus meminta rekomendasi agar Sumedang bisa tetap melaksanakan Pilkades, karena di Sumedang tidak Pilkada," tutur Endah.

Baca juga: Pilkades Serentak, Satu Desa di Karawang Gunakan Sistem Scan Barcode

Endah menyebutkan, sebelumnya seluruh instansi dan stakeholder terkait di Sumedang, termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, disepakati bahwa Pilkades Sumedang akan dilaksanakan pada 8 November.

"Pada saat pembahasaan dengan jajaran Forkopimda Sumedang juga sudah disepakati akan dilaksanakan pada 8 November. Dengan catatan, seluruh tahapan dan pihak terkait yang terlibat wajib menjalankan protokol kesehatan Covid-19," sebut Endah.

Endah menambahkan, karena Kabupaten Sumedang tidak akan melaksanakan Pilkada, maka Pilkades serentak tahun 2020 untuk di Sumedang tidak diundur ke tahun 2021, mendatang.

"Mudah-mudahan hasil konsultasi dengan Kemendagri nanti, Sumedang bisa tetap melaksanakan Pilkades pada tahun 2020 ini," kata Endah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X