Kota Ambon Kembali ke Zona Merah, Wali Kota: Bisa Kembali Lagi ke PSBB

Kompas.com - 11/08/2020, 14:19 WIB
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat diwawancarai wartawan di Kantor Wali Kota Ambon, Selasa (11/8/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat diwawancarai wartawan di Kantor Wali Kota Ambon, Selasa (11/8/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy akhirnya angkat bicara setelah Kota Ambon kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku.

Richard mengatakan, Kota Ambon kembali ditetapkan sebagai zona merah saat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tahap kedua lantaran tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Kami masuk zona merah karena kami punya skor itu masih di bawah dua, kenapa sampai begitu? karena dampak dari pergerakan masyarakat yang cukup tinggi ini. Kami berharap ada kesadaran masyarakat,” kata Richard, kepada Kompas.com, saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Ambon, Selasa (11/8/2020).

Setelah pemerintah kembali menetapkan Kota Ambon sebagai zona merah penyebaran Covid-19, pihaknya langsung menggelar rapat evaluasi bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Kota Ambon.

Baca juga: Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Dari hasil evaluasi yang dilakukan di Korem 151 Binaya dua hari lalu, lanjut dia, belum ada keputusan untuk memperpanjang PSBB.

Meski begitu, langkah yang akan diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Ambon yakni dengan terus menyadarkan masyarakat.

“Perpanjang PSBB itu nanti akan kami evaluasi lagi, tapi dari kejadian ini yang paling utama itu adalah memperbanyak sosialsiasi ke masyarakat itu yang sekarang kami laksanakan,” ujar dia.

Saat ini pemerintah Kota Ambon dan gugus tugas masih memantau situasi dan perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.

Jika tren terus naik dan sulit untuk dikendalikan, maka kemungkinan PSBB bisa diterapkan kembali.

“Jadi, PSBB itu bisa saja diperpanjang kalau kami lihat tren ini dia naik dan tidak bisa dikendalikan kami kembali lagi ke PSBB," kata dia.

Baca juga: Wali Kota Ambon: Jangan Dulu Bermimpi tentang New Normal

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X