Polisi Tembak 2 Bandar Narkoba Bersenjata Api di Jambi

Kompas.com - 11/08/2020, 12:23 WIB
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi merilis lima orang yang ditangkap dalam waktu berdekatan, pada Selasa (11/8/2020). Dua orang ditangkap di Kota Jambi dan tiga orang di perbatasan Jambi-Riau. KOMPAS.COM/ Jaka HBBadan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi merilis lima orang yang ditangkap dalam waktu berdekatan, pada Selasa (11/8/2020). Dua orang ditangkap di Kota Jambi dan tiga orang di perbatasan Jambi-Riau.

JAMBI, KOMPAS.com - Dua bandar narkotika bersenjata api dilumpuhkan tim berantas badan narkotika nasional Provinsi Jambi, Senin (10/8) sore.

Timah panas bersarang di kaki tersangka RS karena melawan dan melarikan diri saat disergap petugas di Pulau Pandan, Kota Jambi.

Mereka adalah RS (35), warga Desa Kilangan, Muara Bulian, Batanghari, dan WN (41), warga Desa Sriwijaya, Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat.

Baca juga: Petani di Muaro Jambi Protes Keberadaan Stockpile Batu Bara

Tim Berantas menemukan 7 paket kecil, narkotika jenis sabu-sabu. Selain itu petugas juga turut mengamankan satu pucuk senjata api (senpi) jenis revolver beserta 11 butir peluru kaliber 38.

Ipda Riko Siregar selaku Kanit Berantas BNNP Jambi mengatakan tindakan tegas terpaksa dilakukan lantaran pelaku tidak kooperatif.

Mereka juga membawa serta senjata api yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk melukai petugas.

"Pelaku tidak kooperatif, dan melawan tim kita, kemudian juga dia sudah siap dengan senpinya, sehingga harus kita berikan tindakan," katanya pada Selasa (11/8/2020).

Riko menegaskan keduanya adalah bandar lokal dan bermain di wilayah Kota Jambi dan sejumlah daerah.

Video aksi tim Berantas BNNP Jambi tersebut sempat viral di sejumlah akun Instagram.

Dalam video tersebut, tampak tersangka RS dipaksa tiarap setelah mencoba melakukan perlawanan.

RS sempat diberikan penanganan medis sejenak lalu bersama WN dibawa ke kantor BNNP Jambi.

Baca juga: KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

 

Riko mengatakan pihaknya tetap memberikan pertolongan dan perawatan terhadap luka yang mereka dapat.

Mereka dijerat pasal 114 Ayat 2 undang undang RI nomor 35 tahun 2009.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X