Kompas.com - 11/08/2020, 12:14 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan dua Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jabar Ridwan Kamil saat memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan dua Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan kondisi Jabar kepada Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Bandung.

“Kami paling rawan karena jumlah penduduk Jabar hampir 50 juta. Karena corona berhubungan dengan populasi, kami memiliki kerawanan paling tinggi,” ujar Ridwan dalam live YouTube, Selasa (11/8/2020).

Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, dengan berbagai kebijakan yang dilakukan, saat ini Jabar berada di urutan ke lima.

Persoalannya, saat ini Jabar masih lemah dalam sisi tracing. Saat ini, Jabar menduduki posisi kedua tracing sebesar 175.000, setelah DKI Jakarta.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Dukungan Jokowi soal Tes Covid-19 di Jabar

Meski ada di posisi kedua, namun jumlahnya jompang dibanding Jakarta. Untuk itu, ia meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk rasio pengetesan.

Ada dua usulan yang disampaikan untuk pengoptimalan pengetesan. Pertama, memanfaatkan layaran swasta dalam tes, karena lab yang dimilikinya mentok di angka 15.000-20.000.

“Kebijakan itu bisa menaikkan statistik, per satu orang bayar berapa. Mereka (swasta) investasi alat. Dengan itu kapasitas bisa naik,” imbuhnya.

Kedua, Jabar memiliki PCR sebesar koper. Ukurannya yang kecil bisa dengan mudah dibawa ke pelosok sehingga pengetesan bisa dilakukan merata, tidak hanya di perkotaan.

“Inovasi Jabar bisa menjadi sebuah terobosan untuk meningkatkan pengetesan tidak hanya di kota,” ucap dia.

Baca juga: Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi di Jabar rata-rata pada posisi warna hijau dan kuning. Meski demikian, ancaman Cobid-19 belum selesai sampai seluruh masyarakat bisa divaksinasi.

“Saya hanya ingin menyampaikan sedikit tentang pentingnya strategi intervensi berbasis lokal. Ini sudah dikerjakan di Jabar, (seperti) PSBB tingkat kampung, desa. Ini akan memudahkan penyelesaian kasus di lapangan,” pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X