Pasien Suspek Covid-19 di Salatiga Meninggal, Hasil Tes Belum Keluar

Kompas.com - 11/08/2020, 06:45 WIB
Ilustrasi virus corona yang menyebabkan Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona yang menyebabkan Covid-19


SALATIGA, KOMPAS.com - Seorang pasien asal Kota Salatiga yang dinyatakan suspek Covid-19 meninggal dunia Senin (10/8/2020). Saat ini, hasil tes swab dari pasien tersebut belum keluar.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, pasien tersebut berdomisili di Kelurahan Kecandran Kecamatan Sidomukti.

"Pasien berjenis kelamin perempuan dan usianya 66 tahun," ungkapnya saat dihubungi.

Baca juga: Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Riwayat awal pasien tersebut, kata Yuliyanto, menjalani rawat inap pada Selasa (4/8/2020) di Rumah Sakit Paru Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga.

Kemudian, pada Jumat (7/8/2020) ditetapkan sebagai suspek dan menjalani perawatan di ruang isolasi.

"Pasien langsung dimakamkan malam hari ini," ungkap Yuliyanto.

Dia kembali menekankan pentingnya melakukan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Salatiga. Menurut Yuliyanto, saat ini pasien suspek ada 35 orang.

"Total kumulatif ada 643 orang dan yang sudah selesai menjalani isolasi ada 608," jelasnya.

Baca juga: Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraida, mengatakan Salatiga tergolong kategori risiko penularan sedang atau zona oranye.

"Kalau zonanya masih oranye. Rt atau angka reproduksi efektif Covid-19 Salatiga saat ini masih 1,1. Itu berdasar perhitungan kami. Tapi kalau dari Bappenas 0,9, tapi per tanggal 5 Agustus," terang Zuraida.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X