Kompas.com - 10/08/2020, 18:42 WIB
Ular kobra di rumah warga di Indramayu. KOMPAS.com/ALWIUlar kobra di rumah warga di Indramayu.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Seorang nenek berinisial Y di Indramayu, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (7/8/2020) malam.

Pasalnya, matanya bengkak setelah disembur ular kobra saat bangun tidur di rumahnya.

Komandan Regu II Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu Dedi Supriyadi mengatakan, meski sempat terjadi pembengkakan akibat semburan bisa ular tersebut, namun kondisi korban saat ini sudah membaik setelah mendapat pertolongan medis di rumah sakit.

"Alhamdulillah dari pihak keluarga langsung dibawa ke RSUD Indramayu," ujar kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020).

"Si Ibu juga sudah pulang ke rumah, tidak dirawat inap. Langsung ditangani tim medis saat itu, terus diperbolehkan pulang," tambahnya.

Baca juga: Bangun Tidur, Nenek Ini Kaget Ular Kobra Melingkar di Atas Tubuhnya


Kronologi kejadian

Diceritakan Dedi, saat kejadian itu si nenek sedang tidur di rumahnya.

Karena merasa ada yang bergerak dan menjalar di tubuhnya, ia kemudian tersadar.

Sontak ia terkejut ketika melihat seekor ular kobra dengan panjang sekitar satu meter itu terlihat melingkar di atas tubuhnya.

Saat itu juga ia berteriak histeris minta tolong. Mengetahui korban terkejut dan melakukan gerakan, ular kobra itu diduga langsung bereaksi dengan menyemburkan bisanya.

 

Meski tidak sempat menggigit korban, namun bisa tersebut diketahui langsung membuat bagian area mata korban bengkak.

Pihak keluarga yang mengetahui hal itu langsung melarikan korban ke rumah sakit dan melapor ke petugas pemadam kebakaran.

Baca juga: Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Ular berhasil dievakuasi

Dedi mengatakan, setelah mendapat laporan itu pihaknya langsung melakukan penyisiran rumah korban.

Ular kobra sepanjang satu meter tersebut akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di bawah kursi rumah korban.

Terkait dengan adanya teror ular kobra itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Sebab, pada musim kemarau saat ini ular biasanya akan mencari tempat nyaman dan lebih sejuk untuk bersembunyi.

"Harap hati-hati ketika mau tidur misalnya. Harap diperiksa dulu tempat tidurnya atau pun tempat bermain anak-anak di rumah, di bawah kolong kursi dan lain-lain. Ular itu mencari tempat yang nyaman," kata Dedi.

Penulis : Kontributor Majalengka, Mohamad Umar Alwi | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X