Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Kompas.com - 08/08/2020, 17:39 WIB
Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi didampingi jajarannya saat mengumunkan lonjakan kasus Covid-19, di Balai Kota Tegal, Jumat (7/8/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiWakil Wali Kota Tegal M. Jumadi didampingi jajarannya saat mengumunkan lonjakan kasus Covid-19, di Balai Kota Tegal, Jumat (7/8/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, memutuskan tak akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga setelah temuan 28 kasus positif Covid-19 baru.

Wakil Wali Kota Tegal Jumadi mengatakan, pemkot akan fokus memulihkan ekonomi.

"Pemkot Tegal tetap seperti ini melanjutkan program-programnya. Karena kita tidak bisa membiarkan ekonomi terpuruk," kata Jumadi saat konferensi pers di Balai Kota Tegal, Jumat (7/8/2020).

Menurut Jumadi, kondisi ekonomi seluruh daerah anjlok akibat pandemi Covid-19. Hal itu juga terasa di Kota Tegal.

"Sekarang saja kwartal kedua nasional Kota Tegal hampir minus 5,23 persen, dan Jawa Tengah minus 5,94 persen," kata Jumadi.

Baca juga: Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik, Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kampung Halaman

Untuk itu, penanganan pemulihan ekonomi menjadi hal yang sangat penting dibanding pilihan menerapkan PSBB yang bisa menghentikan roda ekonomi.

"Artinya tidak ada cara lain, kita harus tetap menggerakan roda ekonomi. Disamping memperketat protokol kesehatan,” ujar Jumadi.

Meski tak menerapkan PSBB tahap ketiga, bukan berarti Pemkot tak melakukan upaya pencegahan dan penanganan.

Sebaliknya, Satgas Covid-19, dan Relawan Mandiri Covid-19 yang baru dibentuk akan bekerja lebih giat lagi.

Untuk landasan penanganan, Pemkot Tegal masih menggunakan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 23 Tahun 2020.

 

Jumadi mengatakan, dengan ditemukannya 28 kasus baru, Satgas bersama relawan akan melakuan tracing dan tes massal. Masyarakat juga diminta lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, Pemkot menerapkan PSBB tahap satu dan dua pada 23 April hingga 22 Mei.

Upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 dilakukan hingga Kota Tegal dinyatakan zona hijau nihil kasus baru.

Baca juga: Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Tegal mengumumkan tambahan 28 kasus positif Covid-19 yang didominasi tenaga kesehatan, Jumat (7/8/2020).

Dari penambahan 28 kasus tersebut, 14 di antaranya warga Kota Tegal. Sisanya, sembilan warga Kabupaten Tegal, dua dari Jakarta , dan masing-masing satu warga Brebes, Bandung, dan Temanggung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Regional
Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Regional
Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Regional
Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Regional
Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Regional
Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Regional
Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Regional
Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Regional
6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

Regional
Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Regional
Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Regional
Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Regional
5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X