Kompas.com - 07/08/2020, 21:52 WIB
Ilustrasi pencabulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pencabulan.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang guru mengaji dilaporkan ke polisi usai diduga mencabuli muridnya yang masih di berusia 9 tahun saat sedang mengajar di Kompleks PU, Jalan Batara Bira, Kecamatan Biringkanaya, Makassar

Kabar dugaan pencabulan yang dilakukan guru ngaji tersebut awalnya diposting oleh akun Erni Bahri di Facebook pada Selasa (4/8/2020) dan menjadi viral usai dibagikan sebanyak 76 kali. 

Dalam postingan tersebut diduga, korban guru ngaji tak hanya satu.

Dalam postingannya,Erni mengatakan bahwa seorang nenek marah besar usai mengetahui 3 cucunya mengalami hal serupa. 

"Saat menulis ini, jantung saya masih berdegup kencang setelah berupaya menenangkan nenek yang mengamuk karena 3 orang cucunya speak up. Predator yang sama mencabuli para cucu itu," ujar Erni. 

Baca juga: Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Cambuk, Mengerang hingga Minta Berhenti

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar AKP Ismail membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pencabulan yang dilakukan guru ngaji kepada muridnya yang masih di bawah umur. 

Guru mengaji yang dilaporkan tersebut, kata Ismail, berinisial AM yang berusia sekitar 40 tahun. AM dilaporkan oleh orangtua korban pada tanggal 30 Juli 2020 lalu.

"Itu sementara proses. Jadi itu dugaan pencabulan bukan persetubuhan ya. Jadi menurut pengakuan korban, dia (pelaku) pegang-pegang kalau dia lagi mengaji," kata Ismail saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (7/8/2020) malam.

Baca juga: Ibu Muda di Sumsel Jadi Korban Dukun Cabul Saat Temani Suami Berobat

Ismail mengatakan, pihaknya masih mendalami terkait kabar anak yang menjadi korban AM lebih dari satu.

Sejauh ini, kata Ismail baru satu korban yang melalor secara resmi di Polrestabes Makassar. 

Dia menambahkan, penyidik masih melakukan penyelidikan dan belum menetapkan AM sebagai tersangka dalam kasus ini. 

"(Jadi) bukan persetubuhan tapi pencabulan tidak ada bekasnya jadi memang membutuhkan penanganan yang lebih mendalam. Mudah-mudahan korbannya kalau memang lebih dari satu tentu kita harapkan untuk melapor" ujar Ismail. 

Lebih jauh Ismail mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berhati-hati untuk mengungkap kasus ini. Pasalnya dari laporan, dugaan cabul yang dilakukan AM minim saksi. 

"Makanya yang begitu-begitu harus didalami. Ini tidak dilihat sama orang (lain)," tutur Ismail. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X