Kompas.com - 07/08/2020, 18:14 WIB
Indiriana , siswa SMK N 1 Magetan  terpaksa ngasak (mencari sisa padi disawah yang habis dipanen)  agar bisa membeli HP untuk belajar secara daring.  Dia juga sering menerima ejekan dari teman sekolahnya di SMP karena tinggal di rumah bekas kandang ayam. KOMPAS.COM/SUKOCOIndiriana , siswa SMK N 1 Magetan terpaksa ngasak (mencari sisa padi disawah yang habis dipanen) agar bisa membeli HP untuk belajar secara daring. Dia juga sering menerima ejekan dari teman sekolahnya di SMP karena tinggal di rumah bekas kandang ayam.

KOMPAS.com - Ibu Indriana Setya Rahayu (16), Surati, mengaku terpaksa tinggal di kandang ayam karena tidak memiliki uang untuk mengontrak rumah.

Bisa tinggal dikandang ayam saja menurutnya sudah beruntung karena tidak membayar sewa.

“Masih bersyukur ada warga yang baik hati meminjamkan kandang ayam untuk tinggal,” ujar nya saat ditemui di Desa Sumber Sawit, Kabupate Magetan, Jawa Timur, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Indriana Kebal Diolok-olok Temannya karena Tinggal di Kandang Ayam, Janji Belikan Ibu Rumah

Meski hidup pahit harus dihadapinya, Surati berharap kedua anaknya, termasuk Indriana tetap bersemangat menyelesaikan pendidikan sehingga kehidupan mereka lebih baik lagi.

“Yang satu akan masuk TK, yang Indriana baru masuk SMK tahun ini. Enggak tahu biaya darimana yang penting mereka bisa sekolah,” ucap dia.

Baca juga: Didatangi Ketua DPRD, Siswi di Magetan yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Menangis Ingin Tetap Sekolah

Sebelumnya diberitakan bahwa keluarga Indriana Setya Rahayu (16), pelajar kelas 1 SMKN 1 Magetan, Jawa Timur, tinggal di kandang ayam.

Hal itu menarik perhatian Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno hingga mendatangi keluarga tersebut. 

Sujatno akan menanggung biaya pendidikan Indriana dan mengangkatnya sebagai anak asuh.

Dia mengaku kagum dengan kegigihan Indriana yang tetap bersekolah meski kondisi ekonomi yang tidak mampu.

Adapun Indriana dan keluarganya sudah tinggal di kandang ayam tersebut selama satu tahun.

Indriana mengaku sudah bisa beradaptasi dengan bau bekas kotoran ayam. Dia juga mengaku sudah kebal dengan ejekan teman semasa masih sekolah di SMP.

“Sering diejek tidak punya rumah, tinggalnya di bekas kandang ayam. Sekarang sudah kebal,” kata dia.

 

Kepala Desa Sumber Sawit Sunyoto mengatakan, Surati bukan warga desanya.

Namun, karena kasihan warga akhirnya memberikan tempat untuk tinggal meski itu hanya bekas kandang ayam.

Warga sekitar juga sering membantu Surati dengan memberikan beras atau sayur milik mereka.

“Memang bukan warga sini, tapi orangnya baik dan warga memberikan tempat tinggal pihak desa tidak mempermasalahkan. Kasihan anak anaknya,” katanya.

Sementara Dinas Sosial Kabupaten Magetan saat ini mengupayakan mediasi antara Surati dengan mantan suaminya, Sutrisno agar bisa mengupayakan kehidupan yang layak bagi anak mereka.

Kepala Dinas Sosila Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu mengatakan, pemerintah daerah berusaha membantu keluarga Surati dengan bantuan pangan dan sejumlah bantuan lain melalui Dinas KB. (Kontributor Magetan, Sukoco)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X