Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Kompas.com - 07/08/2020, 17:54 WIB
Wali Kota Padang Mahyeldi dimaki-maki ibu-ibu. (tangkapan layar) Kompas. com/RahmadhaniWali Kota Padang Mahyeldi dimaki-maki ibu-ibu. (tangkapan layar)

PADANG, KOMPAS.com - Viral di media sosial sebuah video Wali Kota Padang Sumatera Barat Mahyeldi dimaki-maki oleh sejumlah ibu pedagang kaki lima.

Salah satu ibu bahkan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan membanting barang dagangannya ke depan Mahyeldi. 

Dalam video itu, seperti diunggah akun Instagram @kabar_nagari, Wali Kota Padang Mahyeldi terlihat berdebat dengan ibu-ibu yang merupakan pedagang kaki lima di kawasan Pantai Padang. 

Mahyeldi memperingatkan mereka lantaran berjualan di trotoar. Namun, para ibu pedagang tersebut tidak terima dengan peringatan Mahyeldi. 

Mahyeldi terlihat menggunakan pakaian olahraga dan menggunakan masker dalam video tersebut. Sementara perempuan lain terlihat menggunakan masker dan ada yang tidak. 

"Walau wali kota, kami tidak takut," teriak salah satu perempuan dalam video tersebut. 

Tidak ingin perdebatan menjadi panjang lebar, Mahyeldi kemudian meninggalkan lokasi dengan bersepeda yang kemudian diikuti oleh ajudannya.

Baca juga: Video Viral Buaya 4,5 Meter Dibawa Pakai Buldoser, Gagal Dievakuasi dan Mati karena Aturan Adat

Video yang berdurasi lebih dari lima menit itu hingga Jumat (7/8/2020) sore sudah ditonton hingga 45.332 kali.

Menanggapi video tersebut, Mahyeldi mengaku santai saja dan itu merupakan suatu konsekuensi menjadi seorang wali kota.

“Semua respons yang diberikan oleh masyarakat kita nikmati saja, karena itu merupakan suatu konsekuensi menjadi seorang wali kota,” ujar Mahyeldi, Jumat (7/8/2020), kepada sejumlah wartawan.

Baca juga: Kerap Menyerang Warga, 2 Buaya Dipotong dan Dikafani dalam Ritual Adat

 

Tidak akan dipolisikan

Mahyeldi mengakui tidak semua hal yang dilakukan bisa diterima oleh orang.

“Kita beryukur dengan apa yang sudah dilakukan. Memang kita akui tidak semua orang bisa menerima dengan apa yang kita lakukan,” paparnya.

Meski perbuatan perdagang tersebut sudah mencoreng nama baiknya sebagai Wali Kota Padang, Mahyeldi tidak akan memperpanjang kasus tersebut, apalagi sampai membawanya ke ranah hukum.

“Saya kira itu bukan hal yang bijak (melaporkan ke polisi). Kami dari Pemerintah Kota Padang bertekad memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” sebutnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa UGM Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya Bantul

Mahasiswa UGM Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya Bantul

Regional
Umbi Lengkir, Sejenis Porang, Komoditas Ekspor yang Belum Tergarap di Bangka Belitung

Umbi Lengkir, Sejenis Porang, Komoditas Ekspor yang Belum Tergarap di Bangka Belitung

Regional
Wali Kota Probolinggo: Kasus Covid-19 Tiap Hari Bertambah, Ada dari Klaster Pabrik

Wali Kota Probolinggo: Kasus Covid-19 Tiap Hari Bertambah, Ada dari Klaster Pabrik

Regional
Oknum Polisi yang Kedapatan Simpan Sabu Ternyata DPO Kasus Narkoba

Oknum Polisi yang Kedapatan Simpan Sabu Ternyata DPO Kasus Narkoba

Regional
Sebelum Tabrak Bripka Christin, Wabup Yalimo Minum 4 Botol Vodka di Depan Kantor Gubernur

Sebelum Tabrak Bripka Christin, Wabup Yalimo Minum 4 Botol Vodka di Depan Kantor Gubernur

Regional
Polisi Masih Buru 5 Otak Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Masih Buru 5 Otak Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
KPU Pastikan Tahapan Empat Pilkada di Banten Tetap Berjalan

KPU Pastikan Tahapan Empat Pilkada di Banten Tetap Berjalan

Regional
Saat Ganjar Semringah Temukan Kerajinan Berbentuk Logo MU dari Limbah Kayu

Saat Ganjar Semringah Temukan Kerajinan Berbentuk Logo MU dari Limbah Kayu

Regional
Pendeta HL di Surabaya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Pendeta HL di Surabaya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Regional
Mayat Bertato Putri Bali Gegerkan Warga di Pantai Pelisan

Mayat Bertato Putri Bali Gegerkan Warga di Pantai Pelisan

Regional
12 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga di Makassar Terancam Sanksi Berat

12 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga di Makassar Terancam Sanksi Berat

Regional
Kabar Terbaru Kasus Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 35 Orang

Kabar Terbaru Kasus Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 35 Orang

Regional
Video Viral Kawasan Pelabuhan Benoa Penuh Sampah

Video Viral Kawasan Pelabuhan Benoa Penuh Sampah

Regional
Mesin Motor Tiba-tiba Mati di Perlintasan Kereta, Siswa Ini Hampir Ditabrak KA Argowilis

Mesin Motor Tiba-tiba Mati di Perlintasan Kereta, Siswa Ini Hampir Ditabrak KA Argowilis

Regional
Kronologi Penangkapan Oknum PNS RSUD Bantaeng Saat Sedang Pesta Sabu di Rumahnya

Kronologi Penangkapan Oknum PNS RSUD Bantaeng Saat Sedang Pesta Sabu di Rumahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X