Kerap Menyerang Warga, 2 Buaya Dipotong dan Dikafani dalam Ritual Adat

Kompas.com - 07/08/2020, 14:39 WIB
Buaya raksasa yang mati setelah dijerat warga di Desa Kayu Besi, Bangka. Istimewa.Buaya raksasa yang mati setelah dijerat warga di Desa Kayu Besi, Bangka.

BANGKA, KOMPAS.com - Penangkapan buaya sepanjang lebih dari 4,5 meter di daerah Kayu Besi, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung terpaksa dilakukan warga karena dianggap meresahkan.

Kepala Dusun Kayu Besi, Tarmizi mengatakan, tercatat sebanyak lima kali serangan buaya terhadap warga setempat sejak beberapa tahun terakhir.

Umumnya warga yang diserang sedang beraktivitas menangkap ikan di sungai Kayu Besi dan kawasan muara Puding Besar.

"Untuk yang meninggal setahu saya belum ada. Hanya serangan yang itu meresahkan. Kemungkinan ada yang terluka atau cedera saja," kata Tarmizi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Video Viral Buaya 4,5 Meter Dibawa Pakai Buldoser, Gagal Dievakuasi dan Mati karena Aturan Adat

Tarmizi menuturkan, masyarakat dibantu pawang telah menangkap sebanyak tiga ekor buaya dalam beberapa tahun terakhir.

Dua penangkapan terakhir merupakan buaya berukuran besar yang kemudian ditanam (dikubur) sesuai ritual adat.

Sedangkan penangkapan pertama, merupakan buaya berukuran kecil yang kemudian dibiarkan masyarakat begitu saja.

"Untuk yang ditanam, memang dipotong dan dikafani sesuai ritual. Tapi dikuburkan masih di daerah Kayu Besi ini," ujar dia.

Baca juga: Masyarakat Yakin Ada Kerajaan Buaya, Perjanjiannya Tidak Boleh Saling Ganggu

Konflik antara buaya dan masyarakat, kata Tarmizi sulit dihindari. Sebab sebagian masyarakat masih tergantung pada mata pencarian menangkap ikan dan kepiting di sungai dan kawasan muara.

Selama ini pun sungai Kayu Besi terkenal sebagai habitat buaya.

"Kalau cerita dulunya, ada perjanjian tidak boleh saling mengganggu. Jadi kalau ada serangan dari buaya, dianggap sudah menyalahi," ucapnya.

Adapun penangkapan buaya sepanjang lebih 4,5 meter pada Senin malam mendadak viral karena bangkai buaya tersebut digotong menggunakan buldoser.

Video berdurasi 19 detik yang memerlihatkan ukuran buaya raksasa tersebut kemudian viral di kanal media sosial.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X