Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 300 Kilogram Sabu Asal Malaysia

Kompas.com - 07/08/2020, 12:15 WIB
Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta (Tengah) bersama jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap penyelundupan 200 kilogram sabu asal Malaysia, Kamis (6/8/2020). KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARKapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta (Tengah) bersama jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap penyelundupan 200 kilogram sabu asal Malaysia, Kamis (6/8/2020).

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan ( Kalsel) menggagalkan peredaran sabu asal Malaysia seberat 300 kilogram.

Barang haram tersebut disimpan di mobil Toyota Innova dan dibawa dari Kalimantan Utara.

Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat penangkapan kelompok Dimas cs pada bulan Maret tahun lalu.

Ketika itu, barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 200 kilogram sabu.

"Dari hasil pengungkapan dari Dimas cs tersebut, tim kembali mendapat informasi adanya narkotika jenis sabu yang akan masuk di wilayah Kalsel dalam jumlah besar," ujar Irjen Nico Afinta kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Pemuda di Lhokseumawe Ini Berkali-kali Isap Sabu di Islamic Center

Begitu menerima informasi adanya sabu yang akan masuk ke Kalsel dalam jumlah besar, petugas kemudian melakukan penyelidikan.

Penyelidikan selama beberapa bulan akhirnya membuahkan hasil.

Petugas kemudian menangkap dua orang kurir berinisial AY dan S di Hotel Sienna Inn, di Jalan Sutoyo S Banjarmasin pada, Kamis (6/7/2020).

"Ditemukan barang bukti 300 kilogram sabu yang dikemas dalam 10 karung," jelas Nico.

Selain AY dan S, polisi juga berhasil menangkap dua orang penerima barang berinisial A dan R.

Baca juga: Hentikan Bus di Jalan, BNN Geledah Bagasi dan Temukan Paket Sabu 250 gram

Berdasarkan keterangan tersangka, 300 kilogram sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Banjarmasin dan sekitarnya.

"Semula kami timbang hanya 200 kilogram, ternyata setelah dihitung ulang, ternyata lebih banyak lagi, ada 300 kilogram," ungkap Nico.

Nico mengaku, pengungkapan kasus sabu kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Polda Kalsel.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 112 dan 114 UU RI tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal empat tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X