Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Kompas.com - 07/08/2020, 08:41 WIB
Patricia Harjati (68) saat berjalan keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Purbalingga, Selasa (4/8/2020). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIPatricia Harjati (68) saat berjalan keluar dari ruang sidang di Pengadilan Negeri Purbalingga, Selasa (4/8/2020).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Ibu dan anak dalam satu keluarga saling melayangkan laporan ke Polres Purbalingga, Jawa Tengah.

Perselisihan ini dipicu oleh perebutan hak waris atas tanah Yayasan Kesejahteraan Perawat Banyumas (Yakpermas).

Patricia Harjati (68) dilaporkan oleh ketiga anaknya atas dugaan pemalsuan dokumen kepemilikan atas tanah di Jalan Raya Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, tersebut.

Namun, wanita yang memasuki usia senja ini tidak tingal diam, dirinya melayangkan gugatan pencabutan kekuasaan dan hak waris yang diturunkan ketiga anaknya tersebut ke Pengadilan Negeri Purbalingga.

"Saya diancam pidana mau dipenjarakan. Karena saya menyerahkan tanah yang digunakan Yakpermas ke yayasan itu," ujarnya usai jalani sidang gugatan perdana, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: 2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Patricia mengaku tanah Yakenpermas itu merupakan tanah yayasan bukan tanah yang dibeli suaminya Marcoes Heribertoes Soenadi sebagai pendiri.

Dirinya diancam dan dilaporkan ke polisi oleh anaknya sendiri.

"Aku ditakut-takuti ini pidana murni. Aku takut tidak bisa tidur," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengaku telah berkali-kali dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Tetapi, Patricia yang juga menjabat sebagai ketua pembina yayasan ini bersikukuh jika dirinya tidak memalsukan dokumen apapun terkait tanah Yakpermas.

"Saya dapat surat dari bapak (suami) untuk menyerahkan sebidang tanah hak milik nomor 105 ke Yakenpermas. Karena yang beli tanah itu pengurus," jelasnya.

Baca juga: Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Sementara itu, penasehat hukum penggugat Mulyono mengatakan, Yakpermas awal mula didirikan oleh Marcoes Heribertoes dan Warimin.

Karena menurut regulasi yang ada, pendirian yayasan harus dilakukan oleh tiga orang, maka diajaklah Soenadi sebagai pendiri yayasan.

"Setelah yayasan itu berkembang, tanah dengan obyek tanah 105 dan 107 kemudia dibeli," ujar dia.

Kemudian, lanjutnya, dibuatlah pernyataan di hadapan notaris tanah Yakpermas dibeli murni oleh yayasan tidak dari uang suami kliennya, Warimin maupun Sunaryo.

"Sehingga tanah ini milik yayasan," imbuhnya.

Namun, setelah Patricia dan suami membagikan tanah waris kepada lima anaknya, tiga di antaranya masih menuntut hak atas tanah yayasan.

Tak berhenti sampai disitu, ketiga anaknya yang tak puas dengan jawaban Patricia akhirnya melaporkan ke Polres Purbalingga atas dugaan pemalsuan dokumen tanah.

"Hanya atas dasar klausula dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyumas ternyata ada ahli waris di situ. Ada sedikit kesalahan yang tidak kami buat dan kamilah dampaknya,” terangnya.

Menurut Mulyono, jika Patricia dijadikan tersangka, maka semua yang bertanda tangan di klausa yakni dua orang adik tergugat, kepala desa, camat hingga petugas BPN harus dijadikan tersangka juga.

"Gugatan ini tidak akan dicabut oleh ibu Patricia karena anaknya berperilaku buruk, " tuturnya.

Sementara anak dari Patricia Harjati selaku Ketua Pembina Yakpermas Antonius Trisnadi Setiawan menepis melaporkan ibunya ke Polres Purbalingga.

"Laporan yang ada di surat gugatan itu tidak benar. Saya tidak laporkan ibu dan dua adik saya," katanya di Pengadilan Negeri Purbalingga, Rabu (5/8/2020).

Antonius menuturkan, laporan yang dilayangkan ke Polres Purbalingga adalah pemalsuan surat waris.

Dia menjelaskan, surat waris tersebut dilaporkan karena hanya tertera dua orang anak dan satu orang istri.

Padahal anak dari Patricia Harjati dan Marcoes Heribertoes Soenadi seluruhnya ada lima orang.

"Surat pernyataan itulah yang digunakan untuk membalik nama sertifikat atas nama bapak saya Marcoes Heribertoes Soenadi yang telah almarhum. Harusnya surat pernyataan itu enam orang (lima anak dan satu istri), " tutur dia.

Sertifikat itu, kata dia, saat ini telah diamankan di salah satu bank BUMN dengan nilai Rp 2 miliar.

Dirinya melaporkan hal tersebut untuk kepentingan menggali surat tersebut.

"Karena surat tersebut tulisan tangan. Di warkah juga tercantum disitu siapa yang menulis dan menyuruh. Saat ini sedang diproses di Polres Purbalingga," ujar dia.

Antonius sendiri mengaku sedih karena harus berperkara dengan ibunya.

Dia yakin, ada pihak ketiga yang berkepentingan dan mencoba memperkeruh keadaan.

"Jelas itu bukan ibu saya yang membawa ke ranah ini. Saya digugat karena sehubungan adanya laporan pidana," ujarnya.

Sementara itu, penasehat hukum Antonius Imam Subiyanto mengatakan, gugatan yang dilayangkan kepada kliennya bukan konteks anak melawan orangtua.

Kliennya tersebut melaporkan kepada polisi hanya melaksanakan amanah dari almarhum ayahnya.

"Ini adalah wasiat dengan tertulis bahwa obyek yang dipersengketakan adalah milik yayasan kembalikan ke atas nama yayasan bukan atas nama tiga penggugat tercantum dalam sertifikat," jelasnya.

Imam menjelaskan, alasan Antonius melaporkan ke polisi karena anak almarhum sebagai ahli waris ada lima.

Namun, terdapat keterangan yang dibuat untuk mengalihkan hak kepemilikan menjadi tiga orang.

"Kami sangat menyayangkan ini bukan karena kepentingan antara ibu dengan anaknya. Ini adalah amanah dari almarhum bapaknya terhadap tanah hak wasiat yang harus diserahkan kepada yayasan," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X