Usai Tes "Swab", Ada Penambahan 26 Kasus Covid-19 di Kota Tegal

Kompas.com - 06/08/2020, 23:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo melalui video siaran pers. KOMPAS.com/dinkes jatengKepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo melalui video siaran pers.

SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut ada penambahan kasus Covid-19 usai dilakukan tes swab di Kota Tegal.

Dari tes yang dilakukan sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2020 itu tercatat 26 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Di Kota Tegal, kami masih belum selesai lakukan tes. Mungkin hari ini kami baru dapat semua hasilnya. Sementara untuk Kota Tegal ada penambahan 26 kasus positif (Covid-19). Nah, ini masih berkembang," jelas Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo dalam siaran pers melalui video, Kamis (6/8/2020).

Baca juga: Muncul Kasus Baru, Pemkot Tegal Diminta Transparan Soal Publikasi Data Covid-19

Dari jumlah penambahan kasus tersebut, Yulianto tidak menjelaskan secara rinci darimana saja yang terpapar Covid-19.

Dia menyebut penambahan kasus Covid-19 itu tidak hanya dari kalangan tenaga kesehatan.

"Tidak semuanya nakes (terpapar Covid-19)," jelasnya saat dikonfirmasi kembali.

Yulianto menduga penularan Covid-19 di Kota Tegal disebabkan karena aktivitas warganya yang terbilang cukup masif sehingga diperkirakan terjadi penularan antarwilayah.

"Mobilitas penduduk sangat aktif antar satu kota ke kota lain, dari kabupaten satu ke kabupaten lain. Jadi rasa-rasanya penularan antarwilayah ini bisa terjadi," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu bepergian ke luar kota jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

Selain itu, masyarakat juga diwajibkan meningkatkan kedisiplinan terkait protokol kesehatan.

"Kalau tidak begitu penting sekali kita imbau untuk mengurangi perjalanan ke luar kota lalu menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik," ungkapnya.

Baca juga: Dua Bulan Zona Hijau, Kota Tegal Kembali Catatkan Kasus Baru Covid-19

Saat ini, pihaknya mengaku sedang menyelesaikan sebanyak 200 tes swab di Kota Tegal.

"Saat ini kami sedang menyelesaikan tes PCR-nya untuk sekitar 200 tes. Jadi kami masih menunggu (hasilnya)," ungkapnya.

Yulianto mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menggencarkan tes kepada kelompok rentan terpapar Covid-19 termasuk tenaga kesehatan, orang lanjut usia, punya riwayat penyakit penyerta dan ibu hamil.

"Kita prioritaskan tinggi itu tenaga kesehatan, lansia, pasien yang punya penyakit bawaan, ibu hamil, dan kelompok rentan lain. Termasuk di rumah sakit daerah, swasta dan puskesmas. Karena tujuan kita menurunkan angka kematian sekecil mungkin," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X