Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Kompas.com - 06/08/2020, 19:51 WIB
Proses perekaman bangunan untuk digitalisasi cagar budaya di Balai Kota Malang, Kamis (6/8/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKProses perekaman bangunan untuk digitalisasi cagar budaya di Balai Kota Malang, Kamis (6/8/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) mendigitalisasi sejumlah bangunan cagar budaya di Kota Malang, Kamis (6/8/2020).

Digitalisasi itu merupakan salah satu upaya memelihara bentuk asli bangunan peninggalan sejarah tersebut.

Baca juga: Seorang Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal

Ketua Tim Peneliti Hary Santosa mengatakan, digitalisasi bangunan cagar budaya itu untuk pengembangan aplikasi heritage building information modelling untuk digitalisasi aset bangunan bersejarah di Kota Malang.

Tim peneliti merekam bangunan beserta koordinatnya melalui 3D laser scanning. Alat itu merekonstruksi bangunan ke dalam bentuk digital. 

"Ini merupakan revolusi perekaman data digital yang cukup baik yang jelas dia (alat) mengungguli sistem perekaman data yang secar manual," kata Hary di Balai Kota Malang, Kamis (6/8/2020).

Terdapat enam bangunan cagar budaya yang sedang dikonversi dalam bentuk digital menggunakan alat itu. Di antaranya, Gereja Katedral Ijen, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan, Gedung PLN, SMAK Frateran, Balai Kota Malang, dan Alun-alun Tugu.

"Kalau berhasil nanti akan didukung oleh Pemkot Malang, tahun depan bisa dilakukan dengan objek-objek yang lain," katanya.

Hary berharap, digitalisasi itu menjadi aset digital bangunan bersejarah di Kota Malang. Sehingga, bentuk bangunan itu masih bisa ditemukan meski bentuk nyatanya sudah rusak atau hilang.

"Harapannya ini akan jadi digital aset bangunan bersejarah di Kota Malang. Ini untuk antisipasi hilangnya atau robohnya bangunan sebelum didokumentsi secara digital," katanya.

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya (UB) Adipandang Yudono mengatakan, digitalisasi itu dipadukan dengan georeferencing sehingga koordinat setiap sudut bangunan dan tinggi bangunan itu bisa terekam.

Baca juga: Upayakan Mediasi Terkait Kasus Kacung WHO, Jerinx: Semua Bisa Diomongin

"Nanti kayak kembarannya kota tersebut tapi dalam bentuk virtual," katanya.

Sementara untuk detailnya, proses digitalisasi yang sedang dilakukan itu berada di level lima. Sehingga bentuk bangunan bisa terekam secara detail, dari segi arsitektur, eksterior, dan interiornya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X