Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Kompas.com - 06/08/2020, 14:10 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, akan mempertimbangkan usulan pembukaan sekolah di masa pandemi virus corona ( Covid-19).

Sambil menunggu perkembangan Covid-19, sekolah di bawah kewenangan pemkab diminta segera menyiapkan protokol kesehatan dan dipresentasikan di depan bupati.

"Kami akan rapat lagi tanggal 10 Agustus dan 18 Agustus, nanti keputusannya (dibuka atau tidak) setelah tanggal 18, dan bisa masuk tanggal 24 Agustus, itu paling cepat," kata Bupati Banyumas Achmad Husein melalui video yang dikutip, Kamis (6/8/2020).

Husein menjelaskan, terdapat beberapa skenario yang mungkin diterapkan apabila sekolah dibuka.

Baca juga: 155 Pasien Covid-19 di Banyumas Sembuh, 15 Orang Masih Dirawat

Pertama, kegiatan belajar mengajar tatap muka dilakukan di ruang terbuka.

Alternatif kedua, lanjut Husein, dengan metode home visit.

Guru akan mendatangi siswa di rumahnya masing-masing, namun dengan jumlah siswa maksimal lima orang setiap pertemuan.

Ketiga, apabila kondisi memungkinkan dapat dilakukan sekolah tatap muka di kelas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Husein mencotohkan, sesuai instruksi gubernur hanya diisi sepertiga dari kapasitas kelas.

"Dan itu mungkin hanya berlaku bagi sisw SMP dan SD kelas 4, 5, 6. kalau SD kelas 1, 2, 3 dan PAUD jangan dulu. nanti akan kita bahas gelombang berikutnya, setelah ini dapat diselesaikan dengan baik dan terkontrol dengan baik," ujar Husein.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontak dengan Ketua KPU, Pj Wali Kota Makassar: Saya Cukup Rapid Test

Kontak dengan Ketua KPU, Pj Wali Kota Makassar: Saya Cukup Rapid Test

Regional
Mahasiswa UGM Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya Bantul

Mahasiswa UGM Tenggelam Saat Penelitian di Sungai Oya Bantul

Regional
Umbi Lengkir, Sejenis Porang, Komoditas Ekspor yang Belum Tergarap di Bangka Belitung

Umbi Lengkir, Sejenis Porang, Komoditas Ekspor yang Belum Tergarap di Bangka Belitung

Regional
Wali Kota Probolinggo: Kasus Covid-19 Tiap Hari Bertambah, Ada dari Klaster Pabrik

Wali Kota Probolinggo: Kasus Covid-19 Tiap Hari Bertambah, Ada dari Klaster Pabrik

Regional
Oknum Polisi yang Kedapatan Simpan Sabu Ternyata DPO Kasus Narkoba

Oknum Polisi yang Kedapatan Simpan Sabu Ternyata DPO Kasus Narkoba

Regional
Sebelum Tabrak Bripka Christin, Wabup Yalimo Minum 4 Botol Vodka di Depan Kantor Gubernur

Sebelum Tabrak Bripka Christin, Wabup Yalimo Minum 4 Botol Vodka di Depan Kantor Gubernur

Regional
Polisi Masih Buru 5 Otak Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Masih Buru 5 Otak Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
KPU Pastikan Tahapan Empat Pilkada di Banten Tetap Berjalan

KPU Pastikan Tahapan Empat Pilkada di Banten Tetap Berjalan

Regional
Saat Ganjar Semringah Temukan Kerajinan Berbentuk Logo MU dari Limbah Kayu

Saat Ganjar Semringah Temukan Kerajinan Berbentuk Logo MU dari Limbah Kayu

Regional
Pendeta HL di Surabaya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Pendeta HL di Surabaya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Regional
Mayat Bertato Putri Bali Gegerkan Warga di Pantai Pelisan

Mayat Bertato Putri Bali Gegerkan Warga di Pantai Pelisan

Regional
12 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga di Makassar Terancam Sanksi Berat

12 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga di Makassar Terancam Sanksi Berat

Regional
Kabar Terbaru Kasus Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 35 Orang

Kabar Terbaru Kasus Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 35 Orang

Regional
Video Viral Kawasan Pelabuhan Benoa Penuh Sampah

Video Viral Kawasan Pelabuhan Benoa Penuh Sampah

Regional
Mesin Motor Tiba-tiba Mati di Perlintasan Kereta, Siswa Ini Hampir Ditabrak KA Argowilis

Mesin Motor Tiba-tiba Mati di Perlintasan Kereta, Siswa Ini Hampir Ditabrak KA Argowilis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X