Cegah Klaster Perkantoran, ASN Pemkot Ambon Wajib Tes Swab Setiap Bulan

Kompas.com - 05/08/2020, 16:52 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalani pemeriksaan tes swab rutin setiap bulan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon Joy Adriansz mengatakan, kebijakan itu diambil untuk mencegah munculnya klaster perkantoran di lingkungan Pemkot Ambon.

Baca juga: Bongkar Paksa Jok Motor Sitaan Razia Balap Liar, Polisi Selamatkan 2 Anak Anjing

“Jadi kegiatan swab akan rutin dilakukan setiap bulan untuk setiap ASN pada OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Joy kepada Kompas.com via telepon seluler, Rabu (5/8/2020).

Menurut Joy, pemeriksaan swab kepada setiap ASN Pemkot Ambon sebenarnya telah rutin dilakukan sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap pertama.

Saat itu, Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan tes secara acak.

“Jadi waktu awal itu saat pelaksanaan PSBB itu dilakukan secara random oleh dinas kesehatan tapi sekarang ini sudah dilakukan langsung secara rutin,” katanya.

Joy memerinci ASN yang diwajibkan menjalani tes swab bertugas di dinas, badan, dan OPD, yang secara langsung melayani masyarakat.

Seperti, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan dinas lainnya.

Pemkot Ambon juga menyurati seluruh instansi, perusahaan, dan lembaga, untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah munculnya klaster perkantoran.

“Pemkot juga sudah menyurat kepada semua instansi, perusahan dan lembaga di Kota Ambon yang sudah mulai masuk kantor itu agar menerapkan protokol kesehatan, jadi social distancing, pakai masker dan cuci tangan saat ini wajib di kantor, dan semua jalan,” jelasnya.

Baca juga: 10 Jam Bersembunyi di Puncak Pohon Kelapa, Pria yang Bunuh 2 Anaknya Ditangkap

Ia membantah tindakan ini baru diambil setelah sejumlah dinas menjadi klaster penyebaran Covid-19. Langkah ini telah diambil sejak jauh hari dengan intensitas berbeda.

“Tidak itu sudah rutin dilakukan tapi memang tujuannya itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan mencegah munculnya klaster baru di perkantoran,” jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Regional
Detik-detik Truk Tangki Tabrak Rumah di Jalintim Riau yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 2 Luka-luka

Detik-detik Truk Tangki Tabrak Rumah di Jalintim Riau yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 2 Luka-luka

Regional
Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumahnya 2 Hari Kemudian

Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumahnya 2 Hari Kemudian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X