KILAS DAERAH

Rayakan Panen Raya Hidroponik, Petani di Sigi Bangkit dari Bencana

Kompas.com - 05/08/2020, 12:35 WIB
Tim Dompet Dhuafa bersama perwakilan Yayasan CARE Peduli, pendamping, perwakilan pemerintah, dan penerima manfaat melaksanakan panen perdana lahan hidroponik pasca bencana di Palu, Sigi, dan Donggala. DOK. Dompet DhuafaTim Dompet Dhuafa bersama perwakilan Yayasan CARE Peduli, pendamping, perwakilan pemerintah, dan penerima manfaat melaksanakan panen perdana lahan hidroponik pasca bencana di Palu, Sigi, dan Donggala.

KOMPAS.com – Sebanyak 37 petani kelompok binaan Dompet Dhuafa dan Yayasan CARE Peduli di Desa Pombewe, Kecamataan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi merayakan panen pertama pertanian sistem hidroponik, Rabu (29/7/2020).

Panen tersebut terjadi setelah sebelumnya selama satu bulan petani di desa tesebut mendapat pelatihan cara bertani dengan sistem hidroponik. 

Didampingi fasilitator training Ismail dan tiga orang lainnya, mereka mendapat pelatihan mulai dari membuat pekatan AB mix, penyemaian, pemindahan media tanam, serta cara memanen dan menyortir hasil panen.

Tim Dompet Dhuafa dan Yayasan Care Peduli pun sangat mengapresiasi pencapaian tersebut. Pasalnya, keberhasilan itu dapat diraih berkat sinergi antara penerima manfaat, fasilitator, aparat desa, dan pemerintah Kabupaten.

Di sisi lain, Project Manager Dompet Dhuafa Siddiq Robbani mengatakan, panen raya tersebut dapat dimaknai sebagai simbol kebangkitan petani, dan harapan baru pascabencana gempa dan tsunami yang melanda kawasan Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018 lalu.

Baca juga: Pastikan Amanah Pekurban Terpenuhi, Dompet Dhuafa Gelar Quality Control

“Tim Dompet Dhuafa dan Yayasan Care Peduli mengharapkan keberhasilan juga membersamai 123 penerima manfaat lain yang saat ini sedang menanam komoditas sayuran," kata Siddiq, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ia berharap ke depan masyarakat sudah mampu bertani serta mengolah hasil panen secara mandiri dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga serah terima bantuan alat pertanian hidroponik yang terdiri dari 3 greenhouse dan 93 modul hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT).

Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada 160 kepala keluarga petani atau buruh tani penerima manfaat di Desa Lolu, Desa Pombewe, Desa Kabobona, dan Desa Loru 

Untuk diketahui, Proyek Pemulihan Penghidupan Pasca Bencana dan bantuan tersebut didanai SHO selaku dutch funding.

Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate pun mengapresiasi Yayasan CARE Peduli dan Dompet Dhuafa, yang masih terus memfasilitasi, mendampingi, dan mengedukasi masyarakat sehingga mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Baca juga: Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga, ASAPUJI dan Dompet Dhuafa Sorot Potensi Ubi Jalar

Hidayat berharap, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi, turut mengawal panen raya hidroponik tersebut.

Sementara itu, Sulawesi Team Leader Yayasan CARE Peduli Buttu Ma’dika, berharap agar kegiatan tersebut tidak berhenti, dan justru dikembangkan secara berkelanjutan agar masyarakat betul-betul merasakan manfaatnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Tak Ada Sengketa Pilkada, KPU Bantul dan Gunungkidul Tetapkan Paslon Terpilih Besok

Regional
Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Regional
SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

SMS Terkendala, Pendaftaran Vaksinasi di RSUP M Djamil Padang secara Manual

Regional
48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

48 Pengungsi Gempa Majene Dipulangkan ke Asalnya di Jawa Timur

Regional
Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Paslon Ngebas Ditetapkan sebagai Pemenang Pilkada Kabupaten Semarang

Regional
Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Selain Haji Permata, Anak Buahnya Juga Tewas Tertembak Petugas Bea Cukai

Regional
Wacana Polantas Tak Perlu Menilang, Warga: Kalau Jadi Diterapkan Pasti Kita Lebih Percaya Polisi

Wacana Polantas Tak Perlu Menilang, Warga: Kalau Jadi Diterapkan Pasti Kita Lebih Percaya Polisi

Regional
67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

Regional
Registrasi Vaksinasi Sulit, Nakes di Palembang Baru 9,19 Persen Disuntik Vaksin

Registrasi Vaksinasi Sulit, Nakes di Palembang Baru 9,19 Persen Disuntik Vaksin

Regional
115 Nakes Kulon Progo Positif Covid-19, Mayoritas Tak Tertular di Fasilitas Kesehatan

115 Nakes Kulon Progo Positif Covid-19, Mayoritas Tak Tertular di Fasilitas Kesehatan

Regional
Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Regional
Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Tak Punya Hasil Rapid Test Antigen, Sejumlah Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Banyumas

Regional
Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes Sebut Bukan gara-gara Vaksin

Bupati Sleman Positif Covid-19, Dinkes Sebut Bukan gara-gara Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X