Saat Gas 3 Kg Langka, Ada Rumah Makan yang Gunakan 25 Tabung

Kompas.com - 05/08/2020, 12:17 WIB
Satu rumah makan di kawasan Jalan Panglima Aim, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kedapatan menggunakan dan menyimpan sebanyak 25 tabung gas elpiji 3 kilogram atau gas melon bersubsidi. Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Pontianak, Muhamad Ishak mengatakan, terungkapnya satu rumah makan menggunakan 25 tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut setelah dilakukan razia yang melibatkan sejumlah aparat terkait. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASatu rumah makan di kawasan Jalan Panglima Aim, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kedapatan menggunakan dan menyimpan sebanyak 25 tabung gas elpiji 3 kilogram atau gas melon bersubsidi. Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Pontianak, Muhamad Ishak mengatakan, terungkapnya satu rumah makan menggunakan 25 tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut setelah dilakukan razia yang melibatkan sejumlah aparat terkait.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Satu rumah makan di kawasan Jalan Panglima Aim, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kedapatan menggunakan dan menyimpan sebanyak 25 tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Pontianak Muhamad Ishak mengatakan, terungkapnya satu rumah makan menggunakan 25 tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut setelah dilakukan razia yang melibatkan sejumlah aparat terkait.

"Ada satu rumah makan kami temukan 25 tabung elpiji subsidi, sehingga memang benar selama ini pelaku usaha masih banyak yang menggunakan elpiji subsidi yang seharusnya untuk masyarakat tidak mampu,” kata Ishak dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Polisi Kesulitan Ungkap Penculikan Anak di Makassar yang Ditukar Tabung Gas

Menurut dia, padahal rumah makan tersebut telah memiliki omzet mencapai ratusan juta per tahun.

Sehingga, tidak mengherankan kalau dalam dua pekan terakhir, terjadi antrean panjang di pangkalan-pangkalan oleh masyarakat yang akan membeli elpiji subsidi.

"Elpiji subsidi ini masih banyak digunakan oleh pelaku usaha yang tidak berhak tadi, seperti rumah makan, warkop, industri rumahan dan lainnya," ucap Ishak.

Dia menambahkan, operasi atau razia itu digelar terkait dengan informasi dari masyarakat bahwa diduga masih ada pemilik usaha seperti rumah makan, dan warkop yang menggunakan elpiji subsidi itu.

"Penertiban ini sifatnya pembinaan, kepada pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram untuk segera menukarnya dengan tabung elpiji nonsubsidi," ucap Ishak.

Baca juga: Hilang 5 Jam, Bocah 8 Tahun Diduga Diculik untuk Ditukar Tabung Gas Ditemukan di Kios

Dia menambahkan, penertiban ini dilakukan sesuai dengan Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2018 dan Perda Kota Pontianak Nomor 11 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum, yang mengatur usaha yang memiliki omzet di atas Rp 50 juta dilarang menggunakan elpiji subsidi.

"Bahkan pelaku usaha itu bisa diberikan sanksi denda Rp 500 ribu, tetapi untuk sementara waktu kami masih melakukan pembinaan kepada pelaku usaha yang menggunakan elpiji 3 kilogram,” ungkap Ishak.

 

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Wilayah I Kalbar, Farid Akbar menambahkan, dari hasil razia oleh tim gabungan itu, dampaknya sangat efektif.

Pelaku usaha yang tadinya masih menggunakan elpiji subsidi, secara bertahap mulai pindah menggunakan elpiji nonsubsidi, seperti Bright Gas 5,5 kilogram ke atas.

"Hal itu, dibuktikan dengan meningkatnya permintaan elpiji nonsubsidi, dibanding sebelum gencarnya dilakukan razia oleh tim gabungan ini," ujar Farid.

Baca juga: Gas Langka, Warga Terpaksa Masak Air Pakai Rice Cooker

Untuk itu, menurut dia, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap pelaku usaha dan lainnya, agar elpiji subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak saja.

Menurut dia, dengan masih banyaknya para pelaku usaha yang menggunakan elpiji subsidi itu, maka berdampak pada berkurangnya jatah yang tadinya hak masyarakat tidak mampu, tapi masih digunakan oleh yang tidak berhak.

Dia menambahkan, dengan masih ditemukannya hotel, restoran, katering menggunakan elpiji subsidi, maka pihaknya bersama instansi terkait, seperti Satpol-PP dan Diskumdag (Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan) akan terus melakukan razia tersebut.

Baca juga: Ada Wacana Pembatasan Pembelian Tabung Gas 3 Kg, Ini Kata Pertamina

"Tujuannya adalah, agar elpiji subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak saja," sebut Farid.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Layangan Tersangkut di Roda Pesawat Citilink, Pilot Sempat Lapor ke Tower

Kronologi Layangan Tersangkut di Roda Pesawat Citilink, Pilot Sempat Lapor ke Tower

Regional
Korban Pembacokan Diduga Tak Dilayani RS karena Hasil Rapid Test, Ini Penjelasan Pengelola

Korban Pembacokan Diduga Tak Dilayani RS karena Hasil Rapid Test, Ini Penjelasan Pengelola

Regional
Suami yang Bunuh Istrinya Hamil 7 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Suami yang Bunuh Istrinya Hamil 7 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Ayah Ibu Dipenjara karena Narkoba, Balita di Medan Dianiaya Paman Bibi gara-gara Buang Air di Celana

Ayah Ibu Dipenjara karena Narkoba, Balita di Medan Dianiaya Paman Bibi gara-gara Buang Air di Celana

Regional
Diduga Diserang Kawanan Tawon, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kubangan Air

Diduga Diserang Kawanan Tawon, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kubangan Air

Regional
Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Regional
Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Regional
Sekolah Ditutup, Pemilik Kantin Ini Banting Setir Jadi Pedagang Bunga Plastik

Sekolah Ditutup, Pemilik Kantin Ini Banting Setir Jadi Pedagang Bunga Plastik

Regional
Diduga Usai Konsumsi Sabu, Seorang Oknum Polisi Ditangkap Warga, Kapolres Simalungun: Akan Kita Tindak Tegas...

Diduga Usai Konsumsi Sabu, Seorang Oknum Polisi Ditangkap Warga, Kapolres Simalungun: Akan Kita Tindak Tegas...

Regional
Menyoal Foto Bugil 2 Pria di Gunung Gede Pangrango, Terduga Pelaku Sebut untuk Riset Tema Tubuh

Menyoal Foto Bugil 2 Pria di Gunung Gede Pangrango, Terduga Pelaku Sebut untuk Riset Tema Tubuh

Regional
Pantai Tuing Indah dan Pantai Pulau Punggur, Destinasi Wisata Baru di Babel

Pantai Tuing Indah dan Pantai Pulau Punggur, Destinasi Wisata Baru di Babel

Regional
Ini Pengakuan Pria yang Bunuh Istrinya Saat Sedang Hamil 7 Bulan

Ini Pengakuan Pria yang Bunuh Istrinya Saat Sedang Hamil 7 Bulan

Regional
Jenazah Satu Keluarga Korban Kebakaran Legok Dimakamkan di Satu Liang

Jenazah Satu Keluarga Korban Kebakaran Legok Dimakamkan di Satu Liang

Regional
Menegangkan, Kakak Selamatkan Adik dari Gigitan Buaya di Dalam Laut, Ini Kronologinya

Menegangkan, Kakak Selamatkan Adik dari Gigitan Buaya di Dalam Laut, Ini Kronologinya

Regional
Komentar Warga soal Wali Kota Tasikmalaya yang Ditahan KPK

Komentar Warga soal Wali Kota Tasikmalaya yang Ditahan KPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X