Pemkot Cilegon Pertama Kali Uji Coba Belajar di Sekolah, Ini Hasilnya

Kompas.com - 04/08/2020, 19:18 WIB
Suasana belajar di SDN Kedaleman 1 Kota Cilegon KOMPAS.com/RASYID RIDHOSuasana belajar di SDN Kedaleman 1 Kota Cilegon

CILEGON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Cilegon, Banten, melakukan uji coba kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah saat pandemi Covid-19.

Uji coba dilakukan mulai hari ini, Selasa (4/8/2020), di 53 sekolah yang terdiri dari 40 sekolah dasar (SD) dan 33 sekolah menengah pertama (SMP).

"Sebelum menerapkan belajar tatap muka harus melajukan uji coba berdasarkan imbauan dari Mendagri. Kita lakukan selama tiga sampai empat hari saja, sampai menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota," kata Kepala Dinas Pendidikan Cilegon Ismatullah saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Kejar Layangan Putus, Bocah Usia 10 Tahun Diserang 3 Anjing Herder

Adapun uji coba akan dilakukan hingga Sabtu (8/8/2020).

Selama proses uji coba tersebut, kegiatan belajar akan dilakukan selama 2 jam dengan sistem bergantian dibagi ke dalam 2 kelompok.

"Tapi, kalau uji coba ini berhasil, maka jam belajar dilakukan selama 3 jam. Shift pertama dari jam 07.00 sampai jam 10.00. Shift kedua dari jam 10.00 sampai jam 12.00," ujar Ismatullah.

Nantinya akan ada tim monitoring yang melakukan pemantauan dan pengawasan untuk memastikan apakah kegiatan belajar tatap muka sudah siap atau belum.

"Nanti hari Kamis, Jumat dan Sabtu mau ada tim monitoring yang ke lapangan untuk memastikan belajar tatap muka itu layak atau tidak di Kota Cilegon," kata Ismatullah.

Baca juga: Dokter Senior Ahli Bedah di Medan Meninggal karena Covid-19

Hasil pemantauan hari pertama uji coba

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Pendidikan Cilegon pada hari pertama uji coba, semua protokol kesehatan sudah dilakukan dengan baik.

Seperti menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak tempat duduk, dan mengecek suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan sekolah.

Namun, ada beberapa sekolah yang masih menerapkan sistem belajar dari rumah atau daring.

Baca juga: Marah Tak Diberi Uang oleh Ibu, Seorang Anak Divonis Hukuman Penjara

Ada juga sekolah yang menunggu persetujuan orangtua murid sebelum menjalankan belajar tatap muka.

"Itu semua tidak menyalahi kok. Persetujuan orangtua juga perlu, karena khawatir sekolah disalahkan, dituntut jika ada kasus baru," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

47 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo, Kena Denda hingga Rp 50.000

47 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo, Kena Denda hingga Rp 50.000

Regional
Mobil Tabrak Gerbang Polresta Tasikmalaya, Sopirnya Berupaya Rebut Senjata Petugas

Mobil Tabrak Gerbang Polresta Tasikmalaya, Sopirnya Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Rejowinangun Magelang Diperketat

6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Rejowinangun Magelang Diperketat

Regional
Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Regional
Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Regional
Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Regional
Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Regional
Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Regional
Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Regional
Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Regional
5 Dokter Magang Positif Covid-19, 3 Puskesmas di Kaltim Ditutup Sementara

5 Dokter Magang Positif Covid-19, 3 Puskesmas di Kaltim Ditutup Sementara

Regional
Cerita Warga Masak Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur

Cerita Warga Masak Beras Bansos Bercampur Biji Plastik di Cianjur

Regional
Sebulan Dirawat, Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Ambon Meninggal

Sebulan Dirawat, Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Ambon Meninggal

Regional
Setelah Klaster Keluarga, Penularan Covid-19 Merambah ke Klaster Perkantoran

Setelah Klaster Keluarga, Penularan Covid-19 Merambah ke Klaster Perkantoran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X