Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Kompas.com - 04/08/2020, 18:57 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB gagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu yang dikemas dalam 35 bungkus permen wafer coklat yang dikirim melalui jasa pengiriman paket. KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMBadan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB gagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu yang dikemas dalam 35 bungkus permen wafer coklat yang dikirim melalui jasa pengiriman paket.

MATARAM, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu yang dikemas dalam 35 bungkus permen wafer cokelat yang dikirim melalui jasa pengiriman paket.

Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, barang haram sabu dikirim melalui jasa pengiriman paket dari Batam ke Mataram.

Terbongkarnya penyelundupan sabu ini berawal dari ditangkapnya BE (52), perempuan warga Mataram yang telah mengambil paket kiriman dari Batam, Senin (27/8/2020).

Kepada petugas, BE mengaku disuruh mengambil paket oleh temannya YM (48), perempuan asal Dompu yang memiliki usaha salon.

Baca juga: Awalnya Mengeluh Flu, Ternyata 3 Pegawai BNN Blitar Terjangkit Covid-19

Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap paket tersebut, petugas menemukan 35 bungkus plastik permen wafer cokelat berisi narkotika jenis sabu.

"Dari hasil pengungkapan yang dilakukan BNN Provinsi NTB, sabu ini dikamuflase dalam bentuk permen cokelat," kata Sugianyar, dalam rilis resmi di Mataram, Selasa (4/8/2020).

Sugianyar menyebutkan, sabu ini dimasukkan ke dalam 35 bungkus permen wafer cokelat lalu digabung dengan permen cokelat lainnya.

"Jadi, ada yang isi sabu, ada yang tidak," kata Sugianyar.

35 bungkus sabu yang dikamuflasekan dalam bungkusan permen ini memiliki berat berfariasi antara 4-5 gram per satu bungkus.

Berat keseluruhan 35 bungkus plastik permen wafer cokelat berisi sabu yaitu 239,89 gram.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terpeleset Saat Mengejar Adiknya, Seorang Polwan Ditemukan Tewas di Sungai

Diduga Terpeleset Saat Mengejar Adiknya, Seorang Polwan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Bertambah 33, Positif Covid-19 di Sulut Tembus 4.390 Kasus

Bertambah 33, Positif Covid-19 di Sulut Tembus 4.390 Kasus

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Bertahan di Tengah Pandemi, Warga Prabumulih Produksi Jamu Siap Saji

Regional
Cegah Klaster SKB CPNS, Pegawai Kantor Bupati Probolinggo WFH 5 Hari

Cegah Klaster SKB CPNS, Pegawai Kantor Bupati Probolinggo WFH 5 Hari

Regional
Salah Satu Tim Paslon Pilkada Ogan Ilir Laporkan Petahana, Ini Penjelasan Bawaslu

Salah Satu Tim Paslon Pilkada Ogan Ilir Laporkan Petahana, Ini Penjelasan Bawaslu

Regional
Sekolah di Perbatasan RI-Malaysia Mulai Dibuka untuk Belajar Tatap Muka

Sekolah di Perbatasan RI-Malaysia Mulai Dibuka untuk Belajar Tatap Muka

Regional
Tasikmalaya Catatkan Klaster Pendidikan, 12 Orang Positif Covid-19 dalam Sehari

Tasikmalaya Catatkan Klaster Pendidikan, 12 Orang Positif Covid-19 dalam Sehari

Regional
Kota Ambon Kembali Beralih ke Zona Oranye, PSBB Transisi Tetap Dilanjutkan

Kota Ambon Kembali Beralih ke Zona Oranye, PSBB Transisi Tetap Dilanjutkan

Regional
3 Pasien dari Klaster Arisan RT Kulonprogo Sembuh dari Covid-19

3 Pasien dari Klaster Arisan RT Kulonprogo Sembuh dari Covid-19

Regional
Tawarkan Jasa Penunjuk Jalan Hindari Pemeriksaan Satgas Covid-19, 5 Orang Ditangkap

Tawarkan Jasa Penunjuk Jalan Hindari Pemeriksaan Satgas Covid-19, 5 Orang Ditangkap

Regional
Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Regional
Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Regional
Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X