Sobek Amplop Penambang Pasir, Nelayan Makassar Mengaku Tak Niat Robek Uang

Kompas.com - 04/08/2020, 17:38 WIB
Beberapa ibu-ibu dari Pulau Kodingareng Lompo, Makassar, saat membentangkan spanduk upaya kriminalisasi nelayan yang menolak tambang pasir di depan kantor Polairud Polda Sulsel, Senin (3/8/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANBeberapa ibu-ibu dari Pulau Kodingareng Lompo, Makassar, saat membentangkan spanduk upaya kriminalisasi nelayan yang menolak tambang pasir di depan kantor Polairud Polda Sulsel, Senin (3/8/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tiga warga Pulau Kodingareng Lompo Makassar yang jadi saksi kasus dugaan perusakan uang perusahaan petambang pasir telah diperiksa penyidik Ditpolairud Polda Sulsel.

Manre, salah satu nelayan yang dipanggil, diperiksa selama 8 jam, Senin (3/8/2020) pukul 10.00 Wita hingga 18.00 Wita.

Manre beserta dua warga, Suardi dan Bahariah didampingi penasihat hukum dari LBH Makassar saat diperiksa.

Dalam pemeriksaan tersebut, ketiganya mengaku tidak tahu isi amplop yang diberikan perusahaan penambang pasir. 

Baca juga: Diduga Robek Uang dari Perusahaan Tambang, 3 Warga Makassar Diperiksa Polisi

Di hadapan penyidik, Manre mengaku 5 kali ditanyai pertanyaan yang sama apakah dirinya mengetahui isi amplop yang dirobeknya.

Namun, Manre menegaskan tidak mengetahui isi amplop itu dan baru tahu kalau isi amplop itu berisi uang setelah warga memberitahukannya.

"Manre hanya merobek amplop yang ia tidak ketahui isinya dengan maksud menolak pemberian ganti rugi dari Boskalis," kata Koordinator Bidang Hak atas Lingkungan Hidup LBH Makassar Edy Kurniawan Wahid, Selasa (4/8/2020).

Edy menilai pasal yang digunakan penyidik dalam mengusut kasus dugaan perusakan uang sangat dipaksakan.

Menurut Edy, penyidik mempersulit diri dalam mengurai rumusan pasal dan membuktikan unsurnya.

Pasal yang dimaksud Edy ialah Pasal 35 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

Pelaporan terhadap 3 warga Kodingareng Lompo itu pun, kata Edy, merupakan upaya kriminalisasi untuk meredam aksi protes masyarakat yang menolak aktivitas tambang  perusahaan di Perairan Sangkarrang, Makassar. 

Apalagi, kata Edy, perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan tambang tanpa melalui sosialisasi dan konsultasi publik. 

"Upaya kriminalisasi ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat/nelayan Kepulauan Sangkarrang. Seharusnya penyidik menyadari jika nelayan melakukan protes untuk mempertahankan ruang hjdup mereka," ucap Edy.

Baca juga: 255 Karyawan Perusahaan Tambang di Maluku Utara Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Pemerintah, kata Edy, juga seolah mengabaikan aksi masyarakat yang menolak tambang pasir tersebut.

Sejauh ini sudah 5 kali warga yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Pesisir Makassar melakukan aksi di depan rumah jabatan Gubernur Sulsel.

Namun, saat ini tak ada upaya dari pemerintah untuk menghentikan atau memindahkan lokasi tambang pasir yang berada di zona wilayah tangkap ikan para nelayan.

Sejak aktivitas tambang dilakukan, hasil tangkapan para nelayan Sangkarrang berkurang drastis hanya dalam waktu 6 bulan. 

"Gubernur Sulsel dan Boskalis telah mengabaikan kewajibannya untuk melindungi dan menghormati dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung pada aktivitas tambang tersebut," ujar Edy.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Selatan memeriksa tiga warga Pulau Kodingareng Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar usai diduga merobek uang pemberian perusahaan petambang pasir, Senin (3/8/2020).

Direktur Ditpolairud Polda Sulawesi Selatan Kombes Hery Wiyanto mengatakan, ketiga warga tersebut diperiksa setelah pada pemanggilan pertama tidak memenuhi panggilan.

Ketiganya diperiksa terkait dugaan tindak pidana perusakan mata uang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya Kondusif, Polisi Tangkap 169 Orang

Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya Kondusif, Polisi Tangkap 169 Orang

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Regional
Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Regional
Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Regional
Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Regional
Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Regional
Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Regional
Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Regional
Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Regional
Saat  2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Saat 2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Regional
7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

Regional
Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X