Menyoal Larangan Pesawat Terbang dari Surabaya ke Pontianak, Berawal dari Penumpang Reaktif Rapid Test

Kompas.com - 04/08/2020, 15:45 WIB
Suasana Bandara Supadio Pontianak Kalimantan Barat jelang penghentian layanan penumpang umum mulai Sabtu (25/4/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASuasana Bandara Supadio Pontianak Kalimantan Barat jelang penghentian layanan penumpang umum mulai Sabtu (25/4/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Maskapai Citilink dan Lion Air dilarang membawa penumpang dari Surabaya, Jawa Timur ke Pontianak, Kalimantan Barat selama sepekan.

Pelarangan dilakukan sejak Senin (3/8/2020).

Kebijakan diambil setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendapati dua penumpang Citilink dan satu penumpang Lion dinyatakan reaktif.

Temuan tersebut hasil uji rapid test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kalimantan Barat pada Sabtu (1/8/2020). Rapid test dilakukan pada 21 penumpang dari Surabaya.

Baca juga: Penumpang Lion Air Surabaya-Pontianak Akan Transit di Bandara Soetta

Untuk memastikan status kesehatan, tiga orang tersebut menjalani tes swab.

Dua orang yang positif itu merupakan warga Kabupaten Kubu Raya dan satu orang warga asal Jombang, Jawa Timur, yang akan mencari pekerjaan di Pontianak.

Penutupan penerbangan tersebut dibenarkan oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Dalam akun media sosialnya pada Senin (3/8/2020), ia mengatakan pelarangan dilakukan selama sepekan.

Baca juga: Citilink Pastikan Penumpang Pesawat Surabaya-Pontianak Memenuhi Syarat Terbang

Jika masih kedapatan ada penumpang yang reaktif, maka pelarangan akan dilakukan selama tiga bulan.

"Dilarang (terbang ke Pontianak dari Surabaya) untuk satu pekan. Jika kedapatan lagi, maka kita akan larang tiga bulan," kata Sutarmidji dalam akun media sosialnya yang telah terkonfirmasi, Senin.

Untuk sementara, masyarakat dari Surabaya yang akan ke Pontianak harus melalui Jakarta.

"Saya tegaskan ke maskapai, kalau kita tidak boleh lengah, demi masyarakat Kalbar. Ini juga menunjukkan jeleknya pengawasan di bandara," ujar Sutarmidji.

Baca juga: Lion Air Tutup Sementara Penerbangan dari Surabaya ke Pontianak

Dengan adanya temuan itu, menurutnya memang harus ada evaluasi secara menyeluruh.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus corona dari daerah asal.

"Jadi sebenarnya setiap pelaku perjalanan harus rapid test dulu. Kalau hasilnya non-reaktif baru boleh berjalan," ucap Harisson.

Penutupan penerbangan Surabaya ke Pontianak dibenarkan oleh pihak maskapai Lion Air.

Baca juga: 2 Penumpang Pesawat dari Surabaya yang Reaktif Rapid Test di Pontianak Positif Covid-19

"Penutupan bersifat sementara hingga ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Corporate Communication Strategic Of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2020).

Penerbangan dari Surabaya menuju Pontianak, kata dia, dialihkan dengan transit melalui bandara Soekarno Hatta di Cengkareng.

"Sementara rute Pontianak ke Surabaya beroperasi normal," terang dia.

Baca juga: Citilink dan Lion Air Dilarang Bawa Penumpang dari Surabaya ke Pontianak, Ini Alasannya

Sementara itu IS (42) satu di antara dua penumpang pesawat dari Surabaya asal Jombang Jawa Timur, yang positif Covid-19 melarikan diri saat akan diisolasi di Pontianak, Kalimantan Barat.

IS sebelumnya menginap di Hotel Jeruju Baru Pontianak. Namun saat akan dijemput untuk diisolasi pada Senin (3/8/2020), nomor ponselnya sudah tidak aktif lagi.

Ia meninggalkan hotel sebelum petugas kesehatan datang.

“Saat hendak dijemput petugas untuk diisolasi di Rumah Isolasi Rusunawa Kota Pontianak, IS telah meninggalkan hotel atau melarikan diri,” ucap Harisson.

Baca juga: Pelabuhan Pontianak Ditutup untuk Kapal Penumpang Selama 14 Hari

Satu penumpang positif Covid-19

Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.Shutterstock Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.
Dua penumpang pesawat dari Surabaya, Jawa Timur, yang menunjukkan hasil reaktif saat menjalani rapid test saat tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Kepastian positif Covid-19 tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium swab tenggorokan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.

Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Secretary dan CSR PT Citilink Indonesia Resty Kusandarina mengatakan, pada saat keberangkatan dari Surabaya penumpangnya telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Wali Kota Pontianak Larang Kantong Plastik, Minta Warga Bawa Wadah Sendiri untuk Daging Kurban

“Adapun mengenai pemberitaan terdapat dua penumpang yang reaktif, dapat kami sampaikan bahwa hanya satu penumpang yang merupakan penumpang Citilink, sedangkan yang lainnya bukan merupakan penumpang Citilink,” kata Resty dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

Resty menerangkan, penerapan protokol kesehatan dalam setiap operasional penerbangan dengan melakukan disinfeksi kepada seluruh pesawat secara rutin setiap hari setelah pesawat selesai beroperasi.

Citilink juga menggunakan filter high efficiency particulate arrestor (HEPA) di seluruh pesawat untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hendra Cipta, Achmad Faizal | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

Regional
Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Regional
Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Takut Temukan Hiu Berwajah Manusia, Nelayan Ini Sempat Membuangnya, Begini Kronologi dan Penjelasan Ahli

Regional
Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Salatiga Ditetapkan sebagai Kota Paling Toleran 2020 versi Setara Institute

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X