Kompas.com - 04/08/2020, 14:20 WIB
Audiensi pengusaha tempat karaoke yang tergabung salam Komunitas Karaoke Banyumas (Kramas) di Kantor Dinas Pemuda Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Selasa (4/8/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINAudiensi pengusaha tempat karaoke yang tergabung salam Komunitas Karaoke Banyumas (Kramas) di Kantor Dinas Pemuda Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Selasa (4/8/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sejumlah orang yang tergabung dalam Komunitas Karaoke Banyumas (Kramas) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, segera membuka tempat hiburan malam.

Pasalnya, lebih dari 1.000 karyawan tempat karaoke terpaksa dirumahkan.

"Harapan kami aspirasi kami didengar bupati, kami bisa beroperasi kembali," kata Ketua Kramas Tri Putra Oktavianus usai menggelar audiensi di Kantor Dinas Pemuda Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Selasa (4/8/2020).

Tri mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa jika aspirasinya tidak didengarkan.

Baca juga: Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Pihaknya akan menunggu kebijakan bupati hingga sepekan ke depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu plan B, apabila Pak Bupati tidak mendengarkan aspirasi kami. Deadline kami satu minggu ini, kalau tidak ada jawaban terpaksa kami turun ke jalan, tapi dengan aksi damai," ujar dia.

Dia menuturkan, kebijakan penutupan tempat karaoke sejak lima bulan lalu sangat merugikan pengusaha dan karyawan.

"Karyawan nganggur semua, tidak ada pekerjaan lain dan solusi dari pemerintah. Waktu itu ada program prakerja, ternyata harus mendaftar dulu lewat aplikasi, berkali-kali masuk aplikasi tapi susah," kata dia.

Baca juga: Protes Pengusaha Tempat Hiburan Saat Dilarang Beroperasi Selama Pandemi Covid-19

Pihaknya juga tidak dapat memberikan gaji selama karyawan dirumahkan.

Sebagai gambaran, kata dia, untuk biaya listrik selama penutupan karaoke setiap bulan sekitar Rp 15 juta.

"Itu tempat karaoke yang kecil, belum lagi yang besar. Kerugian pasti ada, tapi kami belum mendata yang jumlahnya sekitar 26 outlet," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinpirabudpar Banyumas Asis Kusumandani mengatakan, akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada bupati dan akan segera dibahas oleh gugus tugas.

"Saya akan sampaikan kepada bupati, karena saya tidak punya kewenangan untuk memutuskan. Setiap keputusan berdasarkan hasil rapat gugugus tugas. Harapan saya ada jalan keluar terbaik," kata Asis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.