3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

Kompas.com - 04/08/2020, 09:36 WIB
Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Purnomo (kedua kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf (kedua kanan) saat memberi keterangan pers di Mapolres Kutai Timur, Kaltim, Senin (3/8/2020). Dok. Polres Kutai Timur Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Purnomo (kedua kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf (kedua kanan) saat memberi keterangan pers di Mapolres Kutai Timur, Kaltim, Senin (3/8/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Tiga Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sangatta Utara ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan merekayasa dukungan calon perseorangan pada Pilkada Kutai Timur 2020.

Ketiga PPS yakni SK (26), AM (34), dan SM (49) diduga membuat surat dukungan fiktif sebanyak 2.002 lembar terhadap salah satu pasangan calon (paslon) perseorangan pada Pilkada Kutai Timur 2020.

“Karena perbuatan itu mereka kita tahan dan sudah tetapkan tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Abdul Rauf saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/8/2020).

Baca juga: RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Rauf menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat Panwaslu menemukan tersangka SK dan dua rekannya membuat dokumen laporan monitoring harian petugas verifikasi faktual syarat dukungan paslon perseorangan di Kantor Panwaslu Jalan H Abdullah, Sangatta Utara, Minggu (12/7/2020) pagi.

“Mereka diduga merekayasa jumlah dukungan seakan telah diverifikasi faktual untuk salah satu paslon sebanyak 2.002 suara,” terang Rauf.

Faktanya, setelah diklarifikasi ke lapangan oleh Bawaslu Kutai Timur, ditemukan beberapa nama pendukung ternyata tidak verifikasi faktual oleh PPS.

“Mereka (PPS) tidak verifikasi faktual, tapi dalam laporan harian dicatumkan telah dilakukan verifikasi faktual,” jelas dia.

 

Rekayasa Surat Suara Dukungan ke Paslon Perseorangan, 3 PPS di

Baca juga: Anggota PPS Kenakan Gaun Pengantin Saat Dilantik, Pernikahan Bertepatan dengan Pelantikan

Motif dari ketiganya, lanjut Rauf, ingin menambah jumlah surat suara dukungan ke salah satu pasangan calon perseorangan sebanyak yang direkayasa yakni 2.002 lembar.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu buah CD rekaman warga yang mengaku tak diverifikasi faktual, satu bundel surat pernyataan nama pendukung yang terdaftar sebagai pendukung calon perseorangan namun faktanya tidak memberikan dukungan dan sejumlah dokumen lainnya.

Ketiga petugas PPS tersebut kini ditahan di Mapolres Kutai Timur guna penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk sementara kita belum temukan bukti apakah mereka disuruh atau menerima janji atau uang dari pihak lain. Kita terus kembangkan kalau ada fakta baru akan kita proses,” tutup Rauf.

Ketiganya dijerat Pasal 185 B UU Nomor 10/2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun  2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi UU.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda Rp 72 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X