Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Kompas.com - 04/08/2020, 06:57 WIB
Sejumlah ikan di Sungai Citarum mati, Senin (3/8/2020). Di antaranya ada ikan sapu-sapu. Sejak Jumat (31/7/2020) air Sungai Citarum, Karawang, hitan dan bau tak sedap. KOMPAS.COM/FARIDASejumlah ikan di Sungai Citarum mati, Senin (3/8/2020). Di antaranya ada ikan sapu-sapu. Sejak Jumat (31/7/2020) air Sungai Citarum, Karawang, hitan dan bau tak sedap.

KARAWANG, KOMPAS.com - Peneliti Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton), Riska Darmawanti menduga matinya ikan-ikan di Sungai Citarum, Karawang, akibat pencemaran.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin (3/8/2020), dua ekor ikan sapu-sapu yang mati di Sungai Citarum, Kampung Sumedangan, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.

Selain itu juga terdapat puluhan ikan jenis lain yang mati, di antaranya ikan tawes, mujair, lundu, dan jambal.

Riska menyebut, ada dua kemungkinan ikan-ikan itu mati. Pertama, karena air sungai mengandung limbah beracun sehingga ikan syok.

"Racun atau panas ini yang membuat ikan syok, stres lalu mati," kata Riska saat dihubungi melalui telepon.

Baca juga: Air Sungai Citarum Hitam dan Bau, Ini Penyebabnya

Sementara kemungkinan kedua, kata Riska, ikan mati karena berkurangnya kadar oksigen dalam air akibat proses purifikasi atau pemurnian limbah oleh bakteri di dalam sungai.

"Ada kemungkinan ikan-ikan mati karena kekurangan oksigen dalam air akibat proses pemurnian limbah oleh bakteri," jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat sungai tercemar, secara alami bakteri di dalam air berupaya menetralkan limbah.

Akan tetapi dalam kondisi tertentu, beban sungai bisa terlalu berat melawan limbah. Hal ini biasanya terjadi saat air sedang surut.

"Ketika limbah masuk (ke sungai), otomatis oksigen dan bakteri berusaha menguraikan limbah. Nah, bakteri juga butuh oksigen untuk bekerja," ujar Riska.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X