Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kompas.com - 03/08/2020, 22:45 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan di DPRD DIY. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAGubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan di DPRD DIY.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 dua hari terakhir di Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) mendapatkan tanggapan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Menurut Sultan HB X, obat Covid-19 murah yaitu tinggal di rumah.

"Yo ra popo, ya wes piye (ya gak papa, mau bagaimana lagi). Saya tidak bisa apa-apa, semua kan tergantung dari perilaku masyarakat, untuk jaga diri dan disiplin masyarakat sendiri. Corona itu obatnya murah cukup di rumah saja pasti sehat," katanya, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Sultan HB X: Selama Masih Ada yang Kena Corona, Keadaan Darurat Tetap Dilakukan

Sultan menyampaikan, pihaknya saat ini mencoba untuk menangani dengan cepat dan jangan sampai terjadi transmisi lokal.

"Apalagi kita masih menunggu kehadiran mahasiswa, jadi resikonya gede banget," ucapnya.

Menurut Sultan, peak atau puncak penyebaran covid-19 di DI Yogyakarta kemungkinan tidak ada dan akan terus fluktuatif setiap harinya.

"Mungkin sama seperti demam berdarah (DB), corona tahun depan tetap ada. Masa tanggap darurat sampai kapan saya tidak tahu, mungkin sampai kita ini sadar," katanya.

Selama masyarakat bergaul dengan tidak menerapkan protokol kesehatan tidak pakai masker, tidak jaga jarak, maka puncak corona tidak akan turun.

Sementara itu, Sekda DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji meminta masyarakat DI Yogyakarta agar lebih berhati-hati, karena lonjakan beberapa hari terakhir bukan dari wisatwan yang berkunjung.

"Lonjakan kasus bukan dari wisatawan atau tamu tetapi transmisi lokal. Wisatawan tidak terlalu banyak, tetapi saat terjadi transmisi lokal harus semakin berhati-hati," ucapnya.

Terkait dengan penambahan, rumah sakit lapangan Pemda DI Yogyakarta telah melakukan koordinasi dengan pihak kota maupun kabupaten untuk menyiapkan shelter untuk karantina mandiri. Sebab, rata-rata hasil swab tes dan positif adalah orang tanpa gejala (OTG).

"Saya pikir mereka tidak perlu di rumah sakit tetapi di shelter dan diberi vitamin," tambah Aji.

Baca juga: Penanganan Covid-19 di Yogyakarta Dipuji Jokowi, Ini Tanggapan Sri Sultan HB X

Lalu, untuk banyaknya hasil positif dari swab tes tenaga kesehatan, Aji mengimbau kepada tenaga kesehatan terutama yang berada di Puskesmas untuk selalu mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Teman-teman di Puskesmas ini harus hati-hati, karena banyak pasien dan saat menemui tidak langsung pakai APD. Ketika dicek pasien ternyata positif Covid-19," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Bocah Kurang Gizi dan Ditemukan Popok Berulat di Rumah

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Bocah Kurang Gizi dan Ditemukan Popok Berulat di Rumah

Regional
PSBB di Cilegon Diperpanjang hingga 19 November, Bioskop Belum Dibuka

PSBB di Cilegon Diperpanjang hingga 19 November, Bioskop Belum Dibuka

Regional
Kronologi Penangkapan Pria yang Bacok Istri dan Mertuanya di Makassar, Sempat Lukai Polisi lalu Tewas Ditembak

Kronologi Penangkapan Pria yang Bacok Istri dan Mertuanya di Makassar, Sempat Lukai Polisi lalu Tewas Ditembak

Regional
Cerita Ridwan Kamil soal Mendesain Masjid dan Wasiat Ayah

Cerita Ridwan Kamil soal Mendesain Masjid dan Wasiat Ayah

Regional
Ridwan Kamil Mendesain Masjid Seribu Bulan, Calon Masjid Terbesar di Banyumas

Ridwan Kamil Mendesain Masjid Seribu Bulan, Calon Masjid Terbesar di Banyumas

Regional
Bayar Pajak dengan Uang Koin, Pedagang Mainan Ini Berpesan agar Tidak Dikorupsi

Bayar Pajak dengan Uang Koin, Pedagang Mainan Ini Berpesan agar Tidak Dikorupsi

Regional
Kronologi Layangan Tersangkut di Roda Pesawat Citilink, Pilot Sempat Lapor ke Tower

Kronologi Layangan Tersangkut di Roda Pesawat Citilink, Pilot Sempat Lapor ke Tower

Regional
Korban Pembacokan Diduga Tak Dilayani RS karena Hasil Rapid Test, Ini Penjelasan Pengelola

Korban Pembacokan Diduga Tak Dilayani RS karena Hasil Rapid Test, Ini Penjelasan Pengelola

Regional
Suami yang Bunuh Istrinya Hamil 7 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Suami yang Bunuh Istrinya Hamil 7 Bulan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Ayah Ibu Dipenjara karena Narkoba, Balita di Medan Dianiaya Paman Bibi gara-gara Buang Air di Celana

Ayah Ibu Dipenjara karena Narkoba, Balita di Medan Dianiaya Paman Bibi gara-gara Buang Air di Celana

Regional
Diduga Diserang Kawanan Tawon, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kubangan Air

Diduga Diserang Kawanan Tawon, Pria Ini Ditemukan Tewas di Kubangan Air

Regional
Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Regional
Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Karut-marut Hilirisasi Riset di Indonesia

Regional
Sekolah Ditutup, Pemilik Kantin Ini Banting Setir Jadi Pedagang Bunga Plastik

Sekolah Ditutup, Pemilik Kantin Ini Banting Setir Jadi Pedagang Bunga Plastik

Regional
Diduga Usai Konsumsi Sabu, Seorang Oknum Polisi Ditangkap Warga, Kapolres Simalungun: Akan Kita Tindak Tegas...

Diduga Usai Konsumsi Sabu, Seorang Oknum Polisi Ditangkap Warga, Kapolres Simalungun: Akan Kita Tindak Tegas...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X