Keraton Yogyakarta Ragu dengan Jumlah Emas Diklaim Trah HB II Telah Dijarah Inggris

Kompas.com - 03/08/2020, 20:41 WIB
Gusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo menyebar uang logam untuk diperebutkan oleh warga serta Abdi Dalem dalam tradisi Nyebar Udik-udik di  Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Kamis (17/1/2013) malam. Tradisi tersebut dimaksudkan sebagai simbol pemberian sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta kepada rakyatnya.  

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOGusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo menyebar uang logam untuk diperebutkan oleh warga serta Abdi Dalem dalam tradisi Nyebar Udik-udik di Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Kamis (17/1/2013) malam. Tradisi tersebut dimaksudkan sebagai simbol pemberian sedekah dari Raja Keraton Yogyakarta kepada rakyatnya.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Pernyataan keluarga atau trah Hamengkubuwono II (HB II) yang menginginkan pengembalian emas dan manuskrip mendapatkan tanggapan dari Keraton Yogyakarta.

Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Nitya Budaya Keraton Yogyakarta, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo ragu saat penjarahan terjadi sudah ada tambang yang bisa memproduksi 57 ton emas.

"Emas Sebanyak itu, masa tidak sedikitpun diparingkan (diberikan), ke putra-putranya?" kata Prabukusumo saat dihubungi, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Luruskan Sejarah, Keluarga HB II Tuntut Pemerintah Inggris Minta Maaf dan Kembalikan Rampasan Perang Sepehi

Keraguan Prabukusumo juga didasarkan dengan catatan sejarah bahwa bentuk Keraton Yogyakarta pada masa HB II belum mewah.

Istana Sultan Yogyakarta itu malah baru dibangun menjadi lebih megah pada masa HB VII dan HB VIII.

"Saya harus melihat dengan logika kalau kita memiliki uang berlebihan mungkin rumah kita bikin seperti istana, lantai marmer semua bahan dengan mewah," kata Prabukusumo yang merupakan adik dari Gubernur DIY HB X.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prabukusumo juga memperingatkan keluarga HB II agar tuntutan agar Pemerintah Inggris mengembalikan hasil jarahan saat Perang Sepehi, didasarkan bukti.

"Kalau bukti tidak ada maka kena pencemaran nama baik," ujarnya.

Baca juga: Keluarga HB II Tuntut Pemerintah Inggris Minta Maaf dan Kembalikan Emas Jarahan

Lebih lanjut, Prabukusumo juga meminta masyarakat yang menguasai manuskrip milik Keraton Yogyakarta agar mengembalikannya.

Dia memastikan manuskrip atau pusaka dari Keraton Yogyakarta yang dikuasai masyarakat tidak didapat dengan cara benar.

"Siapapun yang memiliki benda atau manuskrip dari Keraton wajib mengembalikan. Saya mengimbau kepada siapapun apalah yang masih trah HB, abdi dalem, dan petinggi-petinggi zaman dulu, untuk mengembalikan," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.