Bupati Jember Serahkan SK Kenaikan Pangkat 1.624 ASN, DPRD Lapor Mendagri

Kompas.com - 03/08/2020, 16:05 WIB
Bupati Jember Faida saat kegiatan penyerahan SK kenaikan pangkat bagi 1.624 ASN di pendapa wahyawibawagraha  KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADIBupati Jember Faida saat kegiatan penyerahan SK kenaikan pangkat bagi 1.624 ASN di pendapa wahyawibawagraha

JEMBER, KOMPAS.com – Bupati Jember Faida menyerahkan surat keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada 1.624 aparatur sipil negara (ASN).

Penyerahan SK dilakukan secara daring di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (3/8/2020).

Ribuan ASN yang mendapatkan SK itu terdiri dari 924 guru, 27 tenaga medis di puskesmas, 589 SDM di organisasi perangkat daerah (OPD), dan 84 ASN di kecamatan.

“Pemkab Jember membagikan SK Kenaikan pangkat sejumlah 1.624 kenaikan pangkat untuk periode April 2020,” kata Faida usai penyerahan SK.

Menurut dia, 99 persen dari pengajuan kenaikan pangkat bisa selesai. Hanya ada 18 orang yang belum terealisasi karena beberapa kendala.

Baca juga: Ini Penyebab Ustaz Asmala dan Epin Meninggal Saat Sembelih Hewan Kurban di Hari yang Sama

Penyerahan SK dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19. Pihaknya memastikan SK bisa langsung diterima oleh masing-masing ASN.

“Proses penaikan pangkat tidak perlu ada pelicin, semua sudah dibiayai APBD Kabupaten Jember,” tutur dia.

Faida mengaku kenaikan pangkat tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku. Meskipun DPRD Jember menilai Kedudukan Susunan Organisasi Tata Kerja (KSOTK) masih bermasalah.

“Kalau KSOTK tidak clear, SK ini tidak bisa turun. Kalau diperdebatkan tidak selesai-selesai, waktunya kerja nyata,” terang dia.

Bupati Faida mengatakan, dirinya tidak ingin menghabiskan energi berdebat tentang KSOTK. Sebab ASN harus melayani masyarakat.

“Mereka tidak perlu terimbas urusan politik dan polemik,” terang Faida.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi menilai, pernyataan Faida terkait masalah KSOTK sudah sesuai aturan merupakan klaim sepihak bupati.

Sebab, Kemendagri sudah memeriksa Pemkab Jember secara khusus pada 2019.

Hasilnya, Mendagri meminta Gubernur Jatim untuk memerintahkan bupati Jember agar mencabut 15 SK mutasi ASN dan 30 Perbup KSOTK.

“Ini baru clear kalau ada surat dari Mendagri yang isinya harus ada pernyataan bahwa KSOTK sudah clear,” jelas dia.

Baca juga: Sembunyikan 4 Plastik Sabu Dalam Dubur, Warga Riau Ditangkap di Bandara

Namun, sampai sekarang, belum ada penjelasan dari Kemendagri bahwa permasalahan tersebut sudah dilaksanakan.

“Ini akan clear ketika DPRD Jember dapat tembusan lagi, isinya harus dinyatakan Perbup 30 KSOTK sudah clear,” kata Itqon.

Untuk itu, DPRD Jember akan melaporkan penyerahan SK kenaikan pangkat 1.624 ASN itu kepada Kemendagri.

“Apakah sesuai dengan rekomendasi Mendagri tahun 2019 atau tidak,” tegas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X