Dedi Mulyadi Usul Belajar Tatap Muka di SD Pedesaan Mulai Dibuka

Kompas.com - 03/08/2020, 10:00 WIB
Dedi Mulyadi saat mengajarkan siswa cara membuat pupuk di sawah di Purwakarta, Selasa (21/7/2020). handoutDedi Mulyadi saat mengajarkan siswa cara membuat pupuk di sawah di Purwakarta, Selasa (21/7/2020).

KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah membuka sekolah dengan belajar tatap muka untuk siswa SD. Namun yang harus dilakukan adalah siswa SD di pedesaan.

Sebab, kata Dedi, belajar online untuk mencegah penularan Covid-19 tidak cocok bagi siswa SD di pedesaan.

"Saran saya, belajar tatap muka di desa yang sudah klin harus dibuka, terutama untuk SD. Sebab, kalau pakai daring (online) tak cocok," kata Dedi kepada Kompas.com via telepon, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Wali Kota Jambi Diminta Hentikan Aktivitas Belajar Tatap Muka Murid SD

Menurut Dedi, sistem belajar online untuk siswa SD di pedesaan tidak akan efektif. Sebab, rata-rata mereka tidak memiliki ponsel. Selain itu, untuk siswa SD, belajar membaca dan menulis via online tidak akan berhasil.

"Siswa SD itu butuh panduan langsung dari guru, terutama untuk belajar membaca dan menulis. Kalau melalui daring akan sulit," katanya.

Menurutnya, belajar online hanya cocok untuk siswa SD di perkotaan. Sebab, rata-rata siswa SD di kota sebelum masuk SD sudah bisa membaca dan menulis.

Selain itu, sarana pendukung belajar online pun rata-rata sudah tersedia dan memadai. Siswa SD di kota kebanyakan sudah memiliki gawai dan jaringan internet tersedia.

Alat PCR di setiap kecamatan

Dedi mengakui, untuk mendukung belajar tatap siswa SD, memerlukan prasyarat, salah satunya adalah tes swab untuk para guru.

Ia menyebutkan, rata-rata jumlah guru yang ada di kota atau kabupaten di Jawa adalah sekitar 9.000 orang. Mereka bisa dites swab atau PCR kalau pemerintah mampu menyediakan alat tes PCR di setiap kecamatan. Minimal satu unit.

Baca juga: Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Jika alat tes PCR tersedia di kecamatan, maka para guru bisa dites sebelum melaksanakan belajar tatap muka.

"Saya dari awal sudah beberapa kali mengusulkan agar ada tes PCR di setiap kecamatan, sehingga penanggulangannya bisa terfokus. Ini yang saya sebut penanggulan Covid berbasis kecamatan atau desa," kata Dedi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Warga Indramayu Tertangkap Akan Jual Perempuan ke Arab Saudi Via Malaysia

Tiga Warga Indramayu Tertangkap Akan Jual Perempuan ke Arab Saudi Via Malaysia

Regional
Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Heboh Angin Puting Beliung di Wonogiri, Ini Penjelasan BPBD

Regional
Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Regional
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X