Kepala SLB: Aku dan Keluarga Bukan Pencuri Kotak Amal Masjid

Kompas.com - 03/08/2020, 06:51 WIB
Capture media sosial Istiarsyah Capture Media SosialCapture media sosial Istiarsyah

Lalu sahabat saya menceritakan berita yang beredar dan mengirimkan link berita dari sebuah akun IG @Acehworldtime dengan judul "Diduga seorang ayah mengajari anaknya untuk mencuri kotak amal masjid", lengkap dengan video aktivitas yang saya lakukan.

Saya mengucapkan istighfar sambil menjelaskan kronologi kejadian kepadanya.

Saat itu kami tidur di ruang tamu, lalu istri, mamak, dan adik saya pun terbangun dan terkejut dengan berita yang tidak benar.

Mata kami tidak lagi bisa terpejam sampai terbit fajar, begitu juga dengan istri saya tidak berhenti menangis.

Berita itu terus beredar sampai terakhir saya lihat telah di-like sebanyak 3.677 netizen. Ini sungguh angka yang luar biasa yang mungkin telah ditonton bukan saja warga Aceh namun juga di luar Aceh.

Pesan masuk ke HP saya dari teman-teman yang memberi semangat dan sabar atas kejadian ini menjadi "peulepi hati" di saat-saat seperti ini. Sanggahan demi sanggahan dari teman-teman saya di IG membantah berita itu, dan akhirnya pada tanggal 31/07/2020 pukul 06.20 @Acehworldtime mengirim pesan ke IG saya dengan kalimat, "Assalamu'alaikum pak. Kami dari tim @Acehworldtime sangat meminta maaf sebesar-besarnya atas kelalaian kami dalam memeriksa kebenaran video tersebut". Berita saya pada @Acehworldtime telah dihapus.

ALHAMDULILLAH setelah berita itu dihapus di IG, hati saya dan keluarga merasa lega, namun ini tidak bertahan lama. Akun YouTube atas nama Syerry Quxy mengunggah berita yang sama, namun dengan judul berbeda, namun sama menyakitkan, "Pencurian di Masjid Alue Bili Rayeuk, Baktiya, Aceh Utara. Satu Keluarga".

Video itu telah ditonton sebanyak 4.104 kali dan 13 likes. Sanggahan pun berdatangan dari para sahabat yang mengenal diri saya. Hingga terakhir pukul 14.45 video ini berstatus "this video has been removed by uploader".

Sampai sekarang dari pihak pemilik akun youtube atas nama Syerry Quxy tidak ada permintaan maaf dan klarifikasi kepada saya.

Ini adalah pencemaran nama baik saya dan keluarga. Tekanan batin istri, ibu, dan keluarga yang sampai saat ini masih mengguncang mental dan psikologis mereka. Bukan hanya itu, tapi ini juga pencemaran nama baik saya sebagai seorang pendidik generasi bangsa, nama baik instansi tempat saya bekerja.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X