Kepala SLB: Aku dan Keluarga Bukan Pencuri Kotak Amal Masjid

Kompas.com - 03/08/2020, 06:51 WIB
Capture media sosial Istiarsyah Capture Media SosialCapture media sosial Istiarsyah

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Postingan curahan hati seorang kepala sekolah luar biasa (SLB) Kabupaten Bireuen, Istiarsyah Iskandar, viral di jagat media sosial.

Postingan berjudul “Aku dan Keluarga Bukan Pencuri Kotak Amal Masjid” itu merespons akun Instagram @acehworldtime yang mengunggah rekaman kepala SLB di salah satu masjid di Desa Alue Bili, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam positingan Instagram itu, Istiarsyah ditulis mencuri kotak amal. Saat ini postingan itu telah dihapus.

Postingan ini telah dikomentari 1.000 kali dan dibagikan 2.000 kali di Facebook. Selain itu, postingan tersebut disukai 1.100 kali.

Baca juga: Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

 

Istiarsyah yang dihubungi via telepon, Minggu (2/8/2020), mengizinkan postingannya dikutip Kompas.com.

Berikut isi postingannya.

AKU DAN KELUARGAKU BUKAN PENCURI KOTAK AMAL MASJID

Hari Rabu (29/07/2020), saya dan keluarga melakukan perjalanan pulang kampung dari Bireuen menuju Sungai Raya, Aceh Timur. Saat itu kami singgah untuk menunaikan shalat dzuhur di sebuah masjid di Alue Bili, Kec. Baktya Utara menunaikan shalat dzuhur. Ini bukan yang pertama kali kami singgah di masjid tersebut, tapi sudah beberapa kali. Kami sering singgah untuk shalat dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, dan bahkan sering menikmati jajanan buah jambu biji yang dijual di seputaran masjid.

Saat kami singgah untuk melakukan shalat dzuhur, anak saya mengangkat sebuah kotak amal kayu berwarna hijau yang ternyata kotak amal itu kuncinya sudah rusak dan di dalamnya ada sejumlah uang. Lalu istri saya berkata "Bang kotak amalnya ini udah rusak, masukkan aja uangnya ke dalam kotak amal lain biar aman". Lalu saya dan putri saya memasukkan uang itu ke dalam kotak amal yang satunya lagi. Setelah selesai saya minta anak saya untuk meletakkan kotak amal yang rusak ke belakang mimbar dengan tujuan agar orang-orang yang akan bersedekah nanti tidak memasukkan ke kotak amal yang rusak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Telpon berdering sekitar pukul 23.37 malam dari Arrazi, sahabat saya. Saya bangun dari tidur dan mengangkat telponnya, seraya bertanya "Pue na neu teupu berita? (Berita apa yang kamu tau?", saya menjawab "hana troh berita sapu pih" (Gak ada berita apa-apa pun)".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X