Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon, Pemuda Ini Tulis Pesan Memilukan, Begini Isinya...

Kompas.com - 02/08/2020, 21:18 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

KOMPAS.com - Diduga karena masalah cinta, Wangun (20), pemuda asal Desa Danau Masura, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, nekat gantung diri, Sabtu (1/8/2020).

Jasad Wangun ditemukan tergantung di sebuah pohon di halaman belakang rumah milik salah satu warga di Desa Lampeong, Kecamatan Pematang Karau, Barito Timur

Dugaan bunuh diri diperkuar setelah polisi menemukan pesan singkat di ponsel milik korban.

Pesan tersebut ditulis dalam bahasa daerah Dayak yang diduga ditujukan ke gadis pujaan korban. 

"Artinya begini: Besok kamu lihat aku bunuh diri di depan rumah kamu, biar kamu lihat mayatku," kata Kepala Polsek Pematang Karau, Inspektur Polisi Dua Rochman Hakim, dilansir dari Antara.

Baca juga: Baca juga: Istri Didera Tumor Otak 4 Tahun, Pon Tak Lelah Merawat dan Mencintai: Allah Buka Jalan

Selain itu, dari hasil visum et repertum, polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban.

"Hasil visum juga tidak ditemukan bekas luka atau memar akibat hantaman benda tajam maupun benda tumpul. Kami simpulkan ini kasus bunuh diri," kata Hakim.

 

Diduga kecewa

Berdasar hasil keterangan sejumlah saksi, Wangun tengah mendekati seorang perempuan berinisial N (21).

Wangun juga sempat mengungkapkan ingin tinggal bersama di rumah N. Namun, keinginan itu ditolak N. Perempuan itu justru memilih tinggal bersama orangtuanya.

"Awalnya warga mengira korban pembunuhan. Setelah kami menyisir di sekitar tempat kejadian perkara, kami menemukan celana di bawah rumah, dan di kantong celana belakang korban ada telepon genggam android. Kami menduga kuat korban bunuh diri," beber Hakim.

Baca juga: Baca juga: Rumah Tangga Berakhir Cerai, Pemuda Ini Coba Bunuh Diri

Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, tali nilon sepanjang tiga meter, ponsel Samsung dan Advance, selembar jaket hoodie warna hitam, celana panjang warna abu-abu dan satu ikat pinggang hitam.

 

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebaran Covid-19 di Kupang Mengkhawatirkan, Wagub NTT: Dalam Mengatasi Harus dengan Cara Paksa, Tidak Ada Kompromi

Penyebaran Covid-19 di Kupang Mengkhawatirkan, Wagub NTT: Dalam Mengatasi Harus dengan Cara Paksa, Tidak Ada Kompromi

Regional
933 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Belum Divaksin Covid-19

933 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Belum Divaksin Covid-19

Regional
Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Proyek Drainase di Karo Tewas

Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Proyek Drainase di Karo Tewas

Regional
Fakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kotak Amal untuk Beli Narkoba, Menyasar Masjid hingga SPBU

Fakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kotak Amal untuk Beli Narkoba, Menyasar Masjid hingga SPBU

Regional
Gegera Jembatan Tersumbat Pohon Bambu, Sungai di Banyumas Meluap

Gegera Jembatan Tersumbat Pohon Bambu, Sungai di Banyumas Meluap

Regional
Setelah 4 Hari, Pemuda yang Diterkam Buaya di Belitung Akhirnya Ditemukan

Setelah 4 Hari, Pemuda yang Diterkam Buaya di Belitung Akhirnya Ditemukan

Regional
Pasca Diserang Sekelompok Orang, Mapolsek Sungai Pagu Dijaga 100 Polisi Bersenjata Lengkap

Pasca Diserang Sekelompok Orang, Mapolsek Sungai Pagu Dijaga 100 Polisi Bersenjata Lengkap

Regional
Modifikasi Lengan Baju 2 Hari Sebelum Suntik Vaksin, Bupati Sragen: Supaya Nggak Repot

Modifikasi Lengan Baju 2 Hari Sebelum Suntik Vaksin, Bupati Sragen: Supaya Nggak Repot

Regional
Ahli Sebut Banjir Bandang di Puncak Bogor Bisa Terulang, Ini Penyebabnya

Ahli Sebut Banjir Bandang di Puncak Bogor Bisa Terulang, Ini Penyebabnya

Regional
PPKM Diperpanjang, Kabupaten Semarang Batalkan Simulasi Belajar Tatap Muka

PPKM Diperpanjang, Kabupaten Semarang Batalkan Simulasi Belajar Tatap Muka

Regional
Agar Terhindar dari Risiko, Penerima Vaksin Harus Jujur soal Kesehatannya

Agar Terhindar dari Risiko, Penerima Vaksin Harus Jujur soal Kesehatannya

Regional
Fakta Pratu Kurniawan Hilang 2 Pekan Setelah Jatuh di Sungai Papua Saat Patroli, Sempat Terlihat Berenang

Fakta Pratu Kurniawan Hilang 2 Pekan Setelah Jatuh di Sungai Papua Saat Patroli, Sempat Terlihat Berenang

Regional
Bukan Lockdown, Ganjar Sebut Dukungan Masyarakat Dibutuhkan untuk Atasi Covid-19

Bukan Lockdown, Ganjar Sebut Dukungan Masyarakat Dibutuhkan untuk Atasi Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ahyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu | Dokter Jadi Tersangka Diduga Terima Suap Pengadaan Alkes

[POPULER NUSANTARA] Ahyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu | Dokter Jadi Tersangka Diduga Terima Suap Pengadaan Alkes

Regional
Marak Kasus Anak Gugat Ibu Kandungnya di Jawa Tengah, Ini Kata Kriminolog

Marak Kasus Anak Gugat Ibu Kandungnya di Jawa Tengah, Ini Kata Kriminolog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X